RADAR BOGOR - Mantan sopir angkot yang terdampak penertiban dapat pekerjaan baru. Mereka diajak terlibat untuk mengecat trotoar yang ada di sekitar Istana Bogor.
Langkah tersebut bagian dari realisasi program Padat Karya yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketenagakerjaan.
“Padat karya saya kerahkan seluruhnya untuk mengecet trotoar seputaran Istana Bogor, Jalan Pajajaran,” kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Jenal menerangkan trotoar di lokasi tersebut sudah kumuh. Padahal dirinya sudah sejak dua tahun lalu minta untuk dicat ulang.
Baca Juga: Hadapi Vietnam di Stadion Pakansari Bogor, Timnas Indonesia Menyerah 3 Gol Tanpa Balas
“Inikan hari kemerdekaan, masa trotoarnya kucel, kotor, kita bebersih di seputaran istana, SSA, Pajajaran, depan terminal Botani,” beber Jenal.
Pengecatan tidak hanya diikuti oleh mantan sopir angkot, tapi program ini melibatkan seluruh peserta padat karya. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam sepekan.
Sekretaris Disnaker Kota Bogor, Sahib Khan mengungkapkan program Padat Karya akan berlangsung pada pertengahan bulan Agustus mendatang.
“Untuk jumlah yang sudah mendaftar Padat Karya mencapai 1.342 peserta. Insyaa Allah pertengahan Agustus ini akan kita mulai,” kata Sahib pada Radar Bogor.
Peserta Padat Karya diikuti oleh berbagai kalangan profesi. Mulai dari mantan sopir angkot, pengamen hingga warga yang mendaftar melalui kelurahan.
“Untuk pengamen 152, dari kelurahan 1057 orang dan sopir angkot 133 orang,” ungkap Sahib saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Sahib menerangkan mantan sopir angkot sengaja dilibatkan. Hal ini menjadi atensi yang diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
“Ya arahan beliau harus mengakomodir sopir yang terdampak penghapusan angkot, ini data hasil koordinasi dengan Dishub juga melibatkan pengamen,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati