RADAR BOGOR - Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat naik 10 Cm pasca Kota Bogor diguyur hujan. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan menjelaskan kenaikan TMA hanya berlangsung selama dua jam hingga pukul 00.00 WIB.
“Kemarin ada kenaikan 10 Cm di pukul 22.00 WIB sampai dini hari, tapi paginya sudah kembali 0 Cm,” beber Alwan pada Radar Bogor, Selasa 4 Agustus 2026.
Cepatnya penurunan TMA Bendung Katulampa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya imbas intensitas hujan di wilayah hulu tidak tinggi.
“Iya benar di wilayah hulunya hujan cuma gerimis-gerimis saja, tidak terlalu tinggi curah hujannya, ditambah tidak merata,” terang Alwan.
Curah hujan yang turun juga tidak memenuhi kebutuhan pasokan air di Kota Bogor. Sejumlah wilayah tetap merasakan kekeringan imbas kemarau.
Baca Juga: Live Streaming Timnas Indonesia di YouTube Reza Arap Pecahkan Rekor, Tembus Jutaan Penonton
Hal itu seperti yang dialami oleh warga di Kampung Situ Bereum, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Barat. Terdapat 15 KK terdampak kekeringan.
Kalak BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan pihaknya telah menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di sana.
“Kemarin kami mengirimkan 4.000 liter air bersih ke wilayah Bojongkerta. Karena sumber mata air dan sumur warga sudah kering,” terang Dimas.
Dimas menerangkan sampai saat ini pihaknya masih terus siaga untuk menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
“Iya sekarang kami memang tengah fokus menyelesaikan kekeringan, sembari memantau kondisi cuaca, khawatir terjadi bencana,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin