RADAR BOGOR - Warga di kawasan Jalan Semeru, Kota Bogor, mengeluhkan aliran air bersih Perumda Tirta Pakuan yang tidak mengalir normal selama hampir sepekan. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari hingga operasional usaha.
Salah seorang pelanggan mengaku sudah menunggu penanganan selama tujuh hari. Ia mengeluhkan debit air yang sangat kecil, bahkan disebut tidak mengalir sama sekali pada waktu tertentu.
"Dari tujuh hari tanpa air dan tanpa pengecekan sampai bingung komplain pakai bahasa apa lagi sama petugas. Bisnis saya terpaksa tutup karena tidak ada air," tulis pelanggan tersebut dalam unggahan yang kemudian menjadi perhatian warganet.
Menanggapi keluhan itu, Direktur Pelayanan dan Bisnis Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Muzakkir, membantah adanya gangguan berupa air mati total selama tujuh hari. Menurutnya, pelanggan masih menerima aliran air, tetapi dengan debit yang mengecil.
"Bukan mati, tapi airnya kecil," kata Muzakkir kepada Radar Bogor, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, gangguan tersebut terjadi karena Perumda Tirta Pakuan tengah melakukan pekerjaan pemasangan pipa berdiameter besar di kawasan MH Salmun. Pekerjaan itu berdampak pada distribusi air di sejumlah wilayah, termasuk Jalan Semeru.
"Karena ada pekerjaan pemasangan pipa besar di MH Salmun. Malam ini dilakukan penyambungan," ujarnya.
Muzakkir memastikan proses penyambungan ditargetkan rampung pada malam hari. Setelah pekerjaan selesai, distribusi air kepada pelanggan diharapkan kembali normal.
"Insya Allah besok akan normal kembali," pungkasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati