Kemarau Diprediksi Panjang, Bagaimana Produksi Air di Kota Bogor? Begini Kata Tirta Pakuan

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan.

RADAR BOGOR - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memastikan produksi air bersih masih berjalan normal meski musim kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang.

Ketersediaan air baku dari Sungai Cisadane dan Ciliwung dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengatakan perusahaan telah mengantisipasi potensi dampak kemarau sejak dini.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Maret atau April tahun depan.

"Kenapa kita harus mempercepat pelayanan? Karena menurut informasi, musim kemarau atau kekeringan ini diprediksi akan berlangsung panjang. Bahkan, katanya bisa berlanjut hingga bulan Maret atau April tahun depan. Jadi, kita memang harus bersiap-siap," ujarnya saat ditemui di Kantor Perumda Tirta Pakuan, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Rino, hingga saat ini kondisi sumber air baku masih relatif aman. Meski kualitas air sedikit menurun dan beberapa mata air mengalami penurunan debit, kondisi tersebut belum memengaruhi proses produksi.

Baca Juga: Usai Status KPM SI, Bansos PKH BPNT Tahap Ketiga Cair Bertahap 1-3 Hari Kerja ke KKS

"Alhamdulillah, kondisi Sungai Cisadane dan Ciliwung masih bisa memenuhi target air baku kita. Walaupun kualitas airnya agak sedikit menurun, secara keseluruhan kondisinya masih bagus. Produksi kita masih berjalan normal. Memang ada beberapa mata air yang debitnya sedikit turun, tetapi secara keseluruhan masih berjalan dengan baik," katanya.

Di sisi lain, Rino mengakui terdapat tantangan dalam menjaga distribusi air kepada pelanggan selama musim kemarau.

Peningkatan pemakaian air secara bersamaan menyebabkan tekanan air menurun di sejumlah wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi.

"Tantangan yang cukup sulit saat ini adalah pemakaian air secara serentak yang makin masif oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan aliran air mengecil di daerah-daerah tertentu, khususnya di area ujung jaringan seperti di wilayah Bogor Barat dan Bogor Utara. Namun, untuk wilayah lainnya relatif stabil," ucapnya.

Perumda Tirta Pakuan juga telah menyelesaikan perbaikan jaringan di kawasan Jalan Semeru, tepatnya di depan RSUD Kota Bogor.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk mengatasi gangguan pelayanan yang sempat dikeluhkan pelanggan.

"Mulai tadi malam pengerjaannya sudah diselesaikan dan sekarang kita sudah mengalirkan air baru. Saat ini masih dalam tahap pemantauan, dan mudah-mudahan masyarakat di wilayah tersebut bisa segera mendapatkan kualitas air yang bagus," tuturnya.

Selain menjaga layanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Pakuan tetap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

Baca Juga: Chinese Food Halal Ini Viral! Fuyunghai Jumbo Rp50 Ribu, Porsinya Bikin Melongo

Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

"Untuk perbantuan kekeringan, permintaannya memang banyak. Kita selalu bekerja sama dengan BPBD. Banyak masyarakat yang mengalami kekeringan, namun mereka memang belum mau berlangganan PDAM," kata Rino.

Ia menambahkan, perusahaan juga akan mempercepat perluasan jaringan di wilayah yang memungkinkan agar lebih banyak warga memperoleh akses air perpipaan.

Langkah itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih saat musim kemarau. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor produksi air musim kemarau Perumda Tirta Pakuan