Tak Sekadar Menulis, Peserta Barak Jurnalistik Radar Bogor Belajar Bangun Personal Branding

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:54 WIB
Redaktur Pelaksana Radar Bogor, Imam Rahmanto memberikan paparannya di depan sejumlah  peserta yang  mengikuti.kegiatan Barak Jurnalistik di graha pena Radar Bogor, Kamis 6 Agustus 2026. (Foto: Sofiansyah/Radar Bogor)
Redaktur Pelaksana Radar Bogor, Imam Rahmanto memberikan paparannya di depan sejumlah peserta yang mengikuti.kegiatan Barak Jurnalistik di graha pena Radar Bogor, Kamis 6 Agustus 2026. (Foto: Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Barak Jurnalistik 2026 tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan menulis.

Pelatihan yang digelar di Graha Pena Radar Bogor, Kamis 6 Agustus 2026 itu juga membuka wawasan peserta tentang personal branding, algoritma media sosial, hingga pentingnya menjaga akurasi dalam membuat konten.

Peserta pelatihan datang dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, praktisi, hingga pegiat media sosial.

Meski memiliki tujuan berbeda, mereka mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang strategi membangun konten yang relevan sekaligus dipercaya publik.

Mahasiswa Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University, Akmal Satrio, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin mengembangkan kemampuan membuat konten sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan dari platform digital.

Menurutnya, materi yang paling berkesan adalah pemahaman mengenai karakteristik konten viral dan pentingnya proses verifikasi sebelum sebuah informasi dipublikasikan.

Baca Juga: Barak Jurnalistik 2026, Radar Bogor Ajarkan Strategi Menembus Algoritma dan Google

"Dijelaskan bahwa seorang content creator harus mampu memverifikasi keaslian suatu berita terlebih dahulu sebelum diunggah, dan tidak sekadar mengambil data mentah," ujarnya.

Dua peserta dari SMA Surau, Airis dan Aya, juga mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui pelatihan tersebut.

Airis, yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan di Radar Bogor, menilai materi kali ini lebih mendalam karena berfokus pada strategi menghadapi perkembangan media sosial.

Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun audiens.

Selain itu, kemampuan membedakan informasi yang benar dan hoaks juga menjadi bekal penting bagi pembuat konten.

Sementara itu, Aya mengatakan ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik mendorongnya mengikuti Barak Jurnalistik 2026.

Meski pernah mengikuti kegiatan serupa, ia menilai materi kali ini lebih banyak membahas strategi pengelolaan media sosial yang relevan dengan perkembangan platform digital.

"Pelatihan kali ini terasa sangat baru dan bermanfaat buat aku karena pembahasannya berfokus pada strategi pengelolaan media sosial," katanya.

Di sisi lain, praktisi hipnoterapi klinis, Nina, melihat pelatihan tersebut sebagai bekal untuk mengembangkan konten edukasi yang selama ini ia bagikan melalui media sosial.

Menurutnya, setiap platform memiliki karakter dan algoritma yang berbeda sehingga membutuhkan strategi penyampaian yang tepat.

Baca Juga: Prediksi Bayern Munchen vs Aston Villa 7 Agustus, Kompany Bakal Rotasi?

Ia mengaku paling terkesan dengan materi mengenai personal branding melalui Formula 3C yang menekankan kompetensi, karakter, dan konsistensi sebagai fondasi membangun kepercayaan publik.

"Personal branding bukanlah pencitraan, melainkan bagaimana publik mempersepsikan kapasitas kita. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memiliki gambaran lebih jelas untuk membuat konten edukatif yang tetap beretika dan konsisten," tuturnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
Barak Jurnalistik media sosial radar bogor