Ingin Tulisan Muncul di Google dan Menghasilkan Uang? Ini Strategi yang Wajib Diketahui Warga Bogor

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Redpel Radar Bogor, Imam Rahmanto saat menjelaskan materi di Graha Pena Radar Bogor. (Iksan / Radar Bogor)
Redpel Radar Bogor, Imam Rahmanto saat menjelaskan materi di Graha Pena Radar Bogor. (Iksan / Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Di tengah derasnya arus informasi digital, seorang penulis dituntut memahami cara kerja algoritma media sosial, menguasai teknik penulisan ramah Google (SEO), serta mampu menghasilkan pendapatan dari karya tulis

Bekal itulah yang diberikan dalam Barak Jurnalistik Season dua yang digelar Radar Bogor di Gedung Graha Pena Radar Bogor, Kamis 6 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti beragam kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, blogger hingga para penyintas yang ingin menjadikan dunia kepenulisan sebagai sumber penghasilan.

Dua pilar utama redaksi Radar Bogor didapuk menjadi mentor, yakni Pemimpin Redaksi Radar Bogor Lucky Lukman Nul Hakim dan Redaktur Pelaksana Imam Rahmanto. 

Keduanya, membagikan pengalaman sekaligus strategi menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital.

Ada Perubahan Besar Algoritma di Media Sosial

Sesi pembuka diisi Imam Rahmanto, yang mengupas perubahan besar ekosistem media akibat perkembangan algoritma di berbagai platform media sosial. 

Menurutnya, media massa tidak lagi bisa bertahan dengan pola lama dan harus terus beradaptasi mengikuti perubahan perilaku audiens.

"Tim redaksional Radar Bogor selalu beradaptasi dengan setiap perubahan algoritma, mulai dari Instagram, Facebook, TikTok, X hingga YouTube," ujar Imam.

Ia menjelaskan, jika dahulu komunikasi media bersifat satu arah, kini publik memiliki ruang untuk memberikan tanggapan, kritik hingga ikut membentuk opini melalui kolom komentar maupun media sosial.

"Kalau dulu media menyampaikan informasi dan pembaca hanya menerima, sekarang semua orang memiliki kuasa untuk berkomentar. Karena itu media harus mampu membangun interaksi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik," jelasnya.

Selain mengikuti perubahan algoritma, Imam juga mengingatkan pentingnya memahami aturan di setiap platform digital. 

Kesalahan dalam mengelola konten bisa berujung pada pembatasan jangkauan bahkan pemblokiran akun.

Memasuki sesi kedua, Pemimpin Redaksi Radar Bogor Online, Lucky Lukman Nul Hakim membedah strategi membangun artikel yang disukai mesin pencari Google. 

Ia menekankan, persaingan media digital saat ini tidak hanya bergantung pada kualitas tulisan, tetapi juga pada kemampuan mengoptimalkan artikel agar mudah ditemukan pembaca.

Menurut Lucky, penulis harus memahami penggunaan kata kunci (keyword), menyusun judul yang menarik namun tidak bersifat clickbait. 

Sehingga, kata dia, membuat struktur artikel yang rapi dengan subjudul agar lebih mudah dipahami pembaca maupun mesin pencari.

Tak hanya membahas teknik penulisan, Lucky juga mengupas peluang menghasilkan pendapatan melalui website media online. 

Materi tersebut menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan peserta, khususnya pelaku UMKM, mahasiswa dan pelajar yang ingin memanfaatkan dunia digital sebagai peluang ekonomi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi yang ringan dan mudah dipahami. 

Berbagai pertanyaan dari peserta dijawab secara lugas menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui Barak Jurnalistik Season 2, Radar Bogor berharap lahir lebih banyak penulis yang tidak hanya mampu menghasilkan karya berkualitas. 

Selain itu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami etika jurnalistik. 

Bahkan, mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital, serta tetap mengedepankan penyajian informasi yang akurat dan bebas hoaks. (rdo)

Penulis : Ardo Ananda Yudiansyah

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor google Algoritma