Jenal Mutaqin Temui Remaja Berjenis Kelamin Ganda di Tanah Baru Bogor, Kawal hingga Sembuh

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat berkunjung ke rumah AD di Tanah Baru.(Fauzan/Radar Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat berkunjung ke rumah AD di Tanah Baru.(Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Remaja berinisial AD (19) yang mengidap kelamin ganda di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara akhirnya mendapat perhatian. 

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin datang berkunjung ke kediamannya, Jumat, 7 Agustus 2026. Ia memastikan bakal mengawal proses penyembuhan remaja tersebut.

Jenal menjelaskan informasi itu pertama kali ia terima melalui media sosial. Ia pun kemudian langsung berkordinasi dengan dinas terkait.

AD disebut Jenal sedang dalam proses terapi perawatan sejak tahun 2025 dan yang bersangkutan di diagnosis mengidap penyakit Penoscrotal transposition.

Baca Juga: Manajemen RSUD Kota Bogor Masih Dibayangi Beban Operasional, Direksi Baru Diminta Terus Berbenah

“Saya sampaikan disini yang bersangkutan adalah laki-laki. Memang secara peningkatan atau ukuran alat kelaminnya belum nampak,” jelas Jenal.

Ikhtiar medis sudah dilakukan. Pada tahun 2025 AD dioperasi di RSUD Kota Bogor. Namun karna keterbatasan alat, ia dirujuk ke RSCM Jakarta.

“Tidak apa-apa kita ikhtiar. Hari selasa besok, kita bawa, saudara Ahmad untuk berangkat ke RSCM,” jelas Jenal kepada wartawan.

Dalam hal ini Jenal tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Semuanya diminta untuk ikut mengawa proses penyembuhan AD seperti laki-laki pada umumnya.

“Hal-hal lain, siapa berbuat apa, hari ini saya didampingi oleh OPD terkait insya allah kita rereongan dan kita tidak diam,” ujar Jenal.

Di waktu yang sama, Jenal dengan sejumlah instansi lain ikut memberikan bantuan materil. Hal itu digunakan untuk bekal operasional selama di Jakarta.

“Yang pasti BPJS-nya masih berlaku, untuk hal-hal lain yang mendapingin jangan ada alasan untuk tidak berobat, kita tadi rereongan untuk bekal yang jaga,” jelasnya.

Pemkot Bogor juga akan memberikan pendampingan sikologis kepada AD. Sebab hingga saat ini yang bersangkutan masih minder dengan kondisinya.

“Mental sikologis harus dihadirkan, nanti dari Dinkes sambil terapi. tapi sikologisnya setelah pulang dari RS kita coba pertemukan untuk diajak ngobrol minimal cair saja dulu,” ucapnya.

Rumah yang dihuni oleh AD pun turut mendapat perhatian. Pemkot Bogor mendorong agar masuk dalam program Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT).

“Rumahnya tadi sangat tidak layak, maka kita usulkan di BSTT. Desilnya ternyata desil satu yang memang prioritas mendapat bantuan apapun, BPJS nya dipastikan harus aktif,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor kelamin ganda Jenal Mutaqin