Politeknik Prasetiya Mandiri Bogor Bawa Gerakan Serbukatif ke Perguruan Tinggi

Dede Supriadi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:36 WIB
Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim bersama Direktur Politeknik Prasetiya Mandiri Saifudin Zuhdi meresmikan Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) dan Pojok Literasi Afirmasi. (Dede/Radar Bogor)
Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim bersama Direktur Politeknik Prasetiya Mandiri Saifudin Zuhdi meresmikan Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) dan Pojok Literasi Afirmasi. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif)  kini merambah dunia perguruan tinggi. Politeknik Prasetiya Mandiri Bogor resmi menjadi kampus pertama yang mengadopsi program pembentukan karakter tersebut, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk membiasakan budaya bertutur santun, baik di lingkungan kampus maupun di media sosial.

Peluncuran Gerakan Serbukatif di kampus itu dilakukan bersamaan dengan peresmian Pojok Literasi Afirmasi dan dihadiri Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Rudi Suryanto, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor Asep Faizal Rahman, serta civitas akademika Politeknik Prasetiya Mandiri.

Direktur Politeknik Prasetiya Mandiri, Saifudin Zuhdi mengatakan, kampus sengaja menjadi pionir karena melihat semakin memudarnya budaya berbahasa santun di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Kebakaran Lahap 1 Hektare Alun-Alun Barat Suryakencana, Jalur Pendakian TNGGP Ditutup Sementara

"Bahasa yang kurang santun sekarang bukan hanya terjadi pada mahasiswa, tetapi sudah sampai ke anak-anak SD. Karena itu kami ingin mahasiswa menjadi teladan bagi adik-adiknya melalui penggunaan kata-kata yang baik," ujarnya.

Menurut Saifudin, implementasi program tidak berhenti pada seremoni. Dalam waktu dekat, mahasiswa akan dilibatkan membuat dan memasang kata-kata positif di ruang kelas maupun area kampus. Selain itu, kampus juga akan membagikan buku saku berisi kalimat-kalimat positif sebagai panduan dalam berinteraksi sehari-hari.

Program tersebut juga diperkuat melalui pendidikan karakter yang rutin digelar setiap tiga bulan dengan menghadirkan narasumber dari luar kampus. Materi yang diberikan tidak hanya membahas etika berkomunikasi, tetapi juga pembentukan karakter dan sikap mahasiswa.

"Kami ingin ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan," tegasnya.

Founder Gerakan Serbukatif, Yantie Rachim, mengapresiasi langkah Politeknik Prasetiya Mandiri yang menjadi perguruan tinggi pertama mengembangkan program tersebut.

Menurutnya, sejak digagas pada 2022, Serbukatif telah diterapkan di jenjang TK, SD hingga SMP sebagai gerakan pembentukan karakter untuk menekan perundungan dan membangun kebiasaan menggunakan kata-kata positif.

"Ini menjadi momen yang sangat membanggakan. Politeknik Prasetiya Mandiri adalah perguruan tinggi pertama yang membawa Gerakan Serbukatif ke jenjang kampus. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dengan membiasakan kata-kata yang baik, termasuk di media sosial," katanya.

Yantie menambahkan, selama ini Serbukatif telah melahirkan berbagai inovasi, mulai dari lagu Serbukatif, senam, Duta Serbukatif, hingga barcode berisi kata-kata positif yang diterapkan di sejumlah sekolah.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Rudi Suryanto, menyebut pihaknya akan mendorong agar gerakan tersebut juga diterapkan di perguruan tinggi lain. Menurutnya, pembentukan karakter melalui kata-kata positif harus melibatkan seluruh lingkungan pendidikan, termasuk keluarga.

"Ke depan kami akan komunikasikan dengan perguruan tinggi lainnya. Serbukatif tidak cukup diterapkan di sekolah, tetapi juga harus menjadi budaya di masyarakat," ujarnya.

Senada, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, menilai penggunaan kata-kata positif merupakan fondasi pembentukan karakter.

Ia berharap hadirnya Serbukatif di perguruan tinggi dapat memperluas penyebaran nilai-nilai positif hingga menjadi kebiasaan di masyarakat.

Selain meluncurkan Gerakan Serbukatif, Politeknik Prasetiya Mandiri juga meresmikan Pojok Literasi Afirmasi sebagai ruang baca yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan wawasan di luar perpustakaan.

Fasilitas tersebut sekaligus memperkuat komitmen kampus sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan ramah disabilitas.(ded) 

Editor : Eka Rahmawati
Serbukatif Politeknik Prasetiya Mandiri bogor