RADAR BOGOR – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kota Bogor dan sekitarnya pada Sabtu 8 Agustus 2026 pagi.
Getaran gempa bumi dilaporkan dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, termasuk Pamijahan dan Leuwiliang.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 06:45:53 WIB dengan magnitudo yang telah diperbarui menjadi M3,2.
Pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 6,72 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,63 derajat Bujur Timur (BT).
Lokasi tersebut berada di daratan, sekitar 22 kilometer barat daya Kota Bogor. Sementara itu, kedalaman pusat gempa tercatat hanya 8 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa karakteristik gempa tersebut menunjukkan gempa dangkal.
Baca Juga: Villa Alam Indah Cisarua Bogor, Vila Murah dengan Fasilitas Lengkap untuk Rombongan
"Kondisi itu berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di wilayah setempat," katanya.
Dengan melihat posisi episenter serta kedalaman hiposenter, BMKG mengidentifikasi gempa ini sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi kejadian, kata Hartanto.
Gempa Bogor Terasa di Pamijahan dan Leuwiliang
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau Shakemap serta laporan yang diterima BMKG dari masyarakat, getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.
Di Kecamatan Pamijahan, gempa tercatat pada Skala Intensitas II-III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang tergantung ikut bergoyang.
Pada intensitas III MMI, getaran juga dapat terasa cukup nyata di dalam rumah. Sensasinya bahkan dapat dirasakan seperti adanya kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Leuwiliang merasakan gempa dengan intensitas II MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam bangunan, dan benda-benda ringan yang tergantung dapat mengalami pergerakan.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
Baca Juga: 1,4 Juta KPM Bansos Ditangguhkan karena Terindikasi Pelanggaran, Ini Cara Sanggahnya
Meski getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Bogor, sampai saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Hingga pukul 07:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (***)
Editor : Yosep Awaludin