RADAR BOGOR – Ikatan Guru Anak Istimewa (Kagume) Kota Bogor mendorong pendidik memperkuat pemahaman tentang integrasi sensorimotor dalam mendukung proses pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Upaya itu dilakukan melalui program Bincang Asik (BISIK) KAGUME seri kedua yang digelar di Area Lapangan Flamboyan, Sekolah Alam Bogor, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Wakil Ketua KAGUME Kota Bogor, Handi Sopian, mengatakan kegiatan tersebut mengangkat tema “Piramida Pembelajaran dan Integrasi Sensorimotor”. Materi ini penting bagi pendidik karena aspek sensorimotor berkaitan dengan kesiapan anak dalam mengikuti proses belajar.
“Tema ini menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan pendidik mengenai keterkaitan aspek sensorimotor dengan kesiapan dan proses belajar anak, khususnya dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus,” kata Handi.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Ekonomi, FMP Mulai Program Wakaf Alpukat ke Rumah Ibadah se-Kota Bogor
BISIK KAGUME menghadirkan Kinesiolog Prima Alamanda sebagai pemateri. Ia membahas pentingnya integrasi sensorimotor untuk membantu meningkatkan fokus dan daya ingat pada ABK.
Handi menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang interaktif dan aplikatif. KAGUME ingin pendidik memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik menjadi bagian penting dalam mendorong layanan pendidikan yang semakin inklusif. Pendekatan dalam pembelajaran perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap anak.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi ruang untuk belajar dan berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kolaborasi dan semangat bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin inklusif, humanis, dan berpihak pada kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus,” ujarnya.
Selain materi pendidikan, BISIK KAGUME seri kedua juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan. Panitia mengajak peserta membawa tumbler dan wadah makanan ringan pribadi untuk mengurangi penggunaan sampah plastik selama kegiatan.
Handi berharap BISIK KAGUME dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pendidik serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pendidikan ABK.
Melalui forum tersebut, KAGUME juga membuka ruang bagi pendidik untuk bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus. (uma)
Editor : Eka Rahmawati