RSUD Kota Bogor Hadirkan Call Center 24 Jam, Catat Nomor Telepon untuk Layanan Darurat Berikut Ini

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat hadir pada Hari Jadi RSUD Kota Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat hadir pada Hari Jadi RSUD Kota Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - RSUD Kota Bogor meluncurkan layanan call center 24 jam di bawah jajaran direksi baru sehingga masyarakat bisa menghubungi nomor telepon untuk layanan kegawatdaruratan.

Layanan call center selama 24 jam terintegrasi dengan sistem kegawatdaruratan Kota Bogor dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan keluhan.

Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui telepon 0251-8312292 atau WhatsApp 081110077781.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, keberadaan call center ditujukan untuk mempercepat respons rumah sakit terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menanyakan informasi rumah sakit, jadwal dokter, ketersediaan kamar, hingga menyampaikan keluhan terkait pelayanan.

Sri mengatakan, salah satu tujuan pembentukan layanan tersebut adalah mengatasi persoalan respons pelayanan yang sebelumnya dinilai masih lambat. Dengan sistem call center, setiap pertanyaan dan masukan diharapkan dapat segera diteruskan serta ditindaklanjuti.

"Setiap pertanyaan bisa langsung direspons, jadi ada masukan yang ditujukan kepada rumah sakit bahwa sebelumnya itu mungkin slow response, jadi dengan call center ini bisa cepat direspon," ujar Sri Nowo Retno dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kota Bogor.

Tak hanya itu, Sri juga menegaskan bahwa RSUD Kota Bogor berkomitmen menjadikan pelayanan dengan hati sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Peran rumah sakit juga tidak sebatas memberikan layanan kepada pasien yang datang untuk berobat. RSUD Kota Bogor turut membangun sinergi bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam menjalankan upaya promotif dan preventif, baik melalui kegiatan di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, rumah sakit juga berupaya membantu masyarakat yang menghadapi kendala pembiayaan kesehatan, termasuk mereka yang belum memiliki jaminan kesehatan. Di sisi lain, edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Kota Bogor dituntut melakukan pembenahan dan penguatan manajemen secara berkesinambungan. Pengelolaan rumah sakit diarahkan bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat kembali memberikan manfaat melalui peningkatan kualitas pelayanan.

Sri menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama RSUD Kota Bogor dalam menjalankan seluruh aktivitas pelayanan kesehatan.

Wali Kota: RSUD Kota Bogor Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Sementara itu Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta seluruh jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menjadikan fasilitas kesehatan tersebut sebagai ruang pengabdian sekaligus ujung tombak dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Dedie saat memimpin upacara kesiapsiagaan yang dirangkaikan dengan peringatan hari jadi ke-12 RSUD Kota Bogor di Lapangan Gedung Radiologi RSUD Kota Bogor, Jumat, 7 Agustus 2026.

Dedie menegaskan, semangat melayani dengan hati harus menjadi komitmen bersama seluruh insan rumah sakit. Menurutnya, RSUD Kota Bogor memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

Ia turut memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran rumah sakit yang selama ini berupaya memperbaiki sistem manajemen, mengurangi berbagai risiko pelayanan, serta meningkatkan kualitas hasil layanan. Apresiasi juga diberikan kepada jajaran direksi terdahulu yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan dan pengembangan RSUD Kota Bogor.

"RSUD Kota Bogor ini adalah ujung tombak dari upaya kita memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya," kata Dedie Rachim. 

Meski demikian, Dedie menyebut evaluasi masih menunjukkan adanya sejumlah aspek manajemen yang perlu diperbaiki. 

Ia secara khusus mengapresiasi kinerja jajaran direksi di bawah kepemimpinan Direktur Utama Sri Nowo Retno yang selama tujuh bulan terakhir telah menunjukkan sejumlah perkembangan positif.

Menurut Dedie, pembenahan manajemen mulai terlihat dan perlu terus dilanjutkan secara konsisten. Ia mengajak seluruh unsur rumah sakit, baik jajaran manajemen maupun tenaga kesehatan, untuk bersama-sama mendukung proses peningkatan tersebut agar operasional rumah sakit dapat berjalan semakin efektif.

Usai upacara, Dedie juga meninjau sejumlah bagian rumah sakit. Berdasarkan hasil peninjauan, ia melihat RSUD Kota Bogor sebagai rumah sakit tipe A telah memiliki dukungan fasilitas, tenaga dokter, serta komite medik yang cukup memadai. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan.

Dedie menyoroti cakupan pasien RSUD Kota Bogor yang kini tidak hanya berasal dari wilayah Kota Bogor. Bahkan, pasien dari luar daerah disebut mencapai hampir 60 persen. Kondisi tersebut membuat peningkatan profesionalisme pelayanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Menurutnya, setiap pasien harus memperoleh pelayanan dengan standar profesional sehingga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit dapat terus terjaga.

Editor : Eka Rahmawati
call center RSUD Kota Bogor