RADAR BOGOR – Suasana Kirab Merah Putih di Kota Bogor, Minggu, 9 Agustus 2026, semakin semarak dengan kehadiran puluhan pesepeda ontel yang tampil mengenakan pakaian khas pejuang kemerdekaan.
Penampilan unik tersebut sontak menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan jalannya Kirab Merah Putih di Kota Bogor. Tak hanya kostumnya, sejumlah sepeda yang digunakan juga memiliki keunikan tersendiri karena merupakan sepeda tua dengan tampilan yang masih dipertahankan.
Salah satunya adalah sepeda ontel produksi 1928 milik Memet Gonzales. Sepeda tersebut dilengkapi sirine manual yang dibunyikan dengan cara memutar tuas. Suara sirine yang melengking pun terdengar sepanjang rute Kirab Merah Putih di Kota Bogor.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Makin Masif, 80 Daerah Ini Mulai Kebagian Saldo KKS
Mulai dari Tugu Kujang hingga Jalan Otista.
Memet mengatakan, hampir seluruh bagian sepeda tersebut masih menggunakan komponen asli. Modifikasi hanya dilakukan dengan menambahkan sirine sebagai aksesori untuk memeriahkan kegiatan.
“Ini semua bodinya masih original, cuma dipasang sirine saja buat aksesori. Ini dulu dipakai pahlawan untuk berjuang,” ujar Memet.
Baca Juga: Kabar Gembira Pekan Ini, 80 Daerah Lebih Sudah Cairkan Bansos PKH BPNT Tahap 3
Puluhan pesepeda tersebut berasal dari dua komunitas, yakni Ontel Community (Oncom) dan Komunitas Sepeda Tua (Kosti) Bogor Raya. Sebanyak 30 pesepeda dikerahkan untuk ikut meramaikan Kirab Merah Putih.
Ketua Kosti Bogor Raya, Iwan Muhammad, mengatakan keikutsertaan komunitasnya dalam kegiatan bernuansa kebangsaan bukan kali pertama. Tahun ini menjadi tahun kelima mereka ambil bagian dalam Kirab Merah Putih.
“Dalam hal ini, kegiatan pemerintah yang sifatnya kenegaraan ataupun daerah kita selalu turut serta diundang. Ini bentuk apresiasi dan dukungan kami,” kata Iwan.
Baca Juga: Soto Legendaris Jagakarsa Berdiri Sejak 1963, Semangkuk Mulai Rp17 Ribu
Menurutnya, sebagian besar sepeda yang digunakan dalam kirab merupakan produksi sebelum 1950-an. Beberapa di antaranya merupakan sepeda buatan Inggris dan Belanda.
“Rata-rata di bawah tahun 50. Sepeda kita mereknya itu rata-rata buatan Inggris sama buatan Belanda,” jelasnya.
Bagi komunitas sepeda tua, ontel bukan sekadar kendaraan klasik. Sepeda memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi salah satu alat transportasi yang digunakan masyarakat, termasuk pada masa sebelum Indonesia merdeka.
“Di samping sipil, militer juga pakai. Tapi pada umumnya sepeda itu dipakai untuk ke pasar, ke sawah, ke kantor pada zamannya,” pungkas Iwan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga