RADAR BOGOR – Kabar baik bagi warga Kota Bogor yang merindukan suasana Car Free Day (CFD). Pemerintah Kota Bogor mulai menyiapkan lokasi baru untuk menghidupkan kembali kegiatan bebas kendaraan tersebut setelah vakum sejak pandemi Covid-19.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pihaknya kini tengah mencari lokasi baru yang paling tepat untuk menggelar CFD. Penentuan lokasi menjadi perhatian penting agar kegiatan tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas umum di sekitarnya.
“Ya saya sedang mencari lokasi baru, titiknya supaya semuanya tidak terganggu dengan CFD,” ujar Wali Kota Bogor.
Baca Juga: BGN Imbau Siswa Tak Bawa Pulang MBG, Ini Alasannya
Sebelumnya, CFD Kota Bogor digelar di Jalan Jenderal Sudirman. Namun, lokasi tersebut kini kembali dikaji karena terdapat sejumlah rumah ibadah yang aktivitasnya berlangsung pada hari Minggu.
Dedie menilai pelaksanaan CFD harus mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat. Menurutnya, Kota Bogor merupakan ruang bersama sehingga setiap kebijakan harus dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan warga.
“Jadi sabar, jangankan umat, tatangkalan, sireum saya tanggung jawab. Semuanya ada di Bogor, jin juga sama, semuanya tanggung jawab saya,” ucapnya.
Baca Juga: Giliran 10 Wilayah Ini Masuk SI, KPM Bansos PKH BPNT Tahap 3 Pantau Saldo KKS
Wacana menghidupkan kembali CFD sebelumnya disampaikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin setelah dirinya melihat pelaksanaan CFD di Kabupaten Bogor. Ia kemudian mengusulkan agar Kota Bogor kembali memiliki ruang publik bebas kendaraan.
Jenal menyebut beberapa lokasi alternatif tengah dipertimbangkan, salah satunya kawasan R3. Namun, seluruh pilihan lokasi masih harus dikaji agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kemarin malam saya sampaikan ke Pak Wali kita harus punya CFD, entah di jalan yang lama atau di titik yang baru, salah satunya di R3, kita kaji dulu,” kata Jenal.
Pemkot Bogor juga berencana mengumpulkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas lokasi yang paling memungkinkan. Kajian tersebut akan mempertimbangkan aspek lalu lintas, aktivitas masyarakat, hingga fasilitas umum.
Baca Juga: BGN Tetapkan Aturan Baru Soal Ompreng MBG: Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
Bagi Pemkot Bogor, CFD tidak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana masyarakat berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati suasana kota tanpa kepadatan kendaraan dan polusi.
Selain itu, CFD berpotensi menjadi ruang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para pedagang yang selama ini beraktivitas di sejumlah ruang publik dapat diarahkan untuk memanfaatkan area CFD.
Dengan berbagai manfaat tersebut, Pemkot Bogor optimistis rencana menghidupkan kembali CFD dapat segera direalisasikan. Namun, pemerintah masih perlu memastikan lokasi dan konsep pelaksanaannya agar kegiatan tersebut tetap nyaman serta tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga