RADAR BOGOR – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih menyisakan trauma bagi sebagian warga.
Kondisi tersebut terlihat saat Tim Bogor Peduli Bencana kembali mendatangi Desa Lintang Bawah, Kecamatan Kualasimpang. Aceh Tamiang.
Kedatangan tim pada Minggu 9 Agustus 2026 dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Rombongan membawa bantuan donasi gelombang kedua dari masyarakat Kota Bogor untuk warga terdampak bencana.
Bantuan disalurkan kepada sekitar 250 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut berupa donasi untuk masing-masing keluarga, susu untuk anak-anak, serta sembako.
Jenal mengatakan, kedatangan tim tidak hanya untuk menyalurkan bantuan. Pemerintah Kota Bogor juga ingin melihat langsung kondisi warga dan proses pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Pasar Cikereteg Bogor Ternyata Punya Jejak Sejarah Belanda, Ada Terowongan Kuno
“Hari ini kita berikan lagi bantuan donasi dari warga Kota Bogor pascabencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Selain rezeki untuk masing-masing kepala keluarga, ada beberapa kebutuhan lainnya yang disiapkan, seperti susu untuk anak-anak dan sembako,” kata Jenal.
Tim Bogor Peduli Bencana sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan tahap pertama setelah bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut.
Kondisi di lokasi menunjukkan proses pemulihan masih berlangsung. Sejumlah rumah warga masih terlihat hancur.
Di sisi lain, beberapa hunian sementara (huntara) telah berdiri dan digunakan sebagai tempat tinggal warga.
Sehari setelah penyaluran bantuan, Tim Bogor Peduli Bencana kembali melakukan pemeriksaan kesehatan pada Senin 10 Agustus 2026.
Dua dokter dari Dinas Kesehatan Kota Bogor diterjunkan. Mereka yakni Kepala Puskesmas Kecamatan Bogor Utara, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas, dan Kepala Puskesmas Kelurahan Pancasan, dr. Dessy Yuliarty.
Dari pemeriksaan tersebut, tim menemukan warga masih mengalami trauma pascabencana.
Kondisi itu antara lain membuat sebagian warga mengalami gangguan tidur dan kemudian mengeluhkan sejumlah masalah kesehatan.
“Jadi dari hasil pemeriksaan kami, warga masih merasakan trauma, jadi tidak bisa tidur dan sebagainya. Dari situ, muncul penyakit yang menyerang mereka,” ujar Astrid.
Sebanyak 81 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan umum. Mereka terdiri dari 26 laki-laki dan 55 perempuan, dengan rentang usia mulai dari anak usia 0-5 tahun hingga warga lanjut usia di atas 60 tahun.
Baca Juga: Desa Wisata Gunung Malang Tembus 10 Besar SWJ-ITDMA 2026, Siap Bawa Nama Bogor ke Panggung Nasional
Hasil pemeriksaan mencatat 22 warga mengalami hipertensi. Selain itu, lima orang terdiagnosis diabetes melitus, lima orang mengalami stroke, 19 orang mengalami batuk-batuk, tujuh orang mengalami scabies, dan 16 orang mengalami dermatitis atau radang kulit.
Tim medis juga mendatangi salah seorang warga di rumahnya yang sudah tidak mampu berjalan akibat diabetes melitus.
Selain pemeriksaan umum, tim membuka layanan pemeriksaan gigi. Sebanyak 39 warga mengikuti pemeriksaan tersebut, terdiri dari enam laki-laki dan 33 perempuan.
Dari pemeriksaan gigi ditemukan sejumlah gangguan, seperti gangren radix, gangren pulpa, dan pulpitis. Satu warga tercatat tidak mengalami kelainan.
Jenal mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan bantuan sekaligus melihat secara langsung kondisi warga setelah bencana.
“Sekaligus kita lihat kondisi pemulihannya. Yang barangkali bisa kita komunikasikan lagi ke pemerintah yang lebih tinggi,” ucapnya.
Perwakilan warga Lintang Bawah, David, mengapresiasi kepedulian masyarakat Kota Bogor.
Baca Juga: Remaja Bogor Tembus Panggung Nasional, Nadiya Anatasya Putri Raih Peringkat 3 Miss Bintang Indonesia
Menurutnya, bantuan dan kedatangan tim memberikan dukungan bagi warga yang masih menjalani proses pemulihan.
“Kami selaku warga Lintang Bawah sangat bersyukur terhadap kepedulian warga Kota Bogor kepada kami. Semoga masyarakat Kota Bogor selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkap David. (uma)
Editor : Yosep Awaludin