Ibu Hebat Tak Harus Sempurna, Ini Makna Work Life Harmony

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:28 WIB
Dr. Yane Ardian
Dr. Yane Ardian

RADAR BOGOR - Menjadi seorang ibu, sering kali berarti menjalankan banyak peran dalam waktu yang hampir bersamaan. 

Pagi dimulai dengan menyiapkan kebutuhan keluarga. 

Kemudian, beralih menjadi seorang profesional yang harus menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi berbagai tuntutan. 

Saat kembali ke rumah, perhatian pun kembali tercurah kepada keluarga.

Di tengah padatnya aktivitas tersebut, tak sedikit ibu yang justru mempertanyakan dirinya sendiri. 

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Disalurkan Agustus 2026, Ini Pesan Kemensos

Apakah sudah cukup hadir untuk anak? 

Apakah sudah memberikan yang terbaik bagi keluarga? 

Atau masih ada hal yang terlewat?

Menurut Dr. Yane Ardian, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika yang kerap dialami perempuan ketika harus menjalankan berbagai tanggung jawab sekaligus.

Bukan Soal Membagi Waktu Secara Sempurna

Dalam tulisannya berjudul Work Life Harmony, Yane Ardian menjelaskan, kehidupan seorang ibu tidak harus dipaksa terbagi secara kaku antara pekerjaan dan keluarga.

Konsep work-life harmony menawarkan, cara pandang yang lebih realistis. 

Kehidupan bukan sekadar persoalan membagi waktu menjadi dua bagian yang sama besar, melainkan bagaimana seseorang dapat menjalankan berbagai peran sesuai dengan nilai, kebutuhan, serta prioritas yang dianggap penting.

Dengan pendekatan tersebut, seorang ibu tidak perlu merasa harus selalu memberikan porsi yang sama untuk setiap aspek kehidupan. 

Ada waktu ketika pekerjaan membutuhkan perhatian lebih besar. 

Baca Juga: Cara Menghitung Nominal PKH dan BPNT Tahap 3 yang Seharusnya Diterima Sesuai Komponen

Pada kesempatan lain, keluarga mungkin menjadi prioritas utama.

Yang terpenting, kemampuan untuk memahami apa yang sedang dibutuhkan dan menentukan prioritas dengan sadar.

Ibu Tak Harus Melakukan Semuanya

Tuntutan untuk menjadi ibu yang serba bisa terkadang justru menciptakan tekanan tersendiri. 

Seorang ibu dapat merasa harus mengurus rumah, mendampingi anak, menjaga hubungan dengan pasangan, sekaligus tetap berprestasi dalam pekerjaan.

Padahal, menjadi ibu yang hebat tidak selalu berarti mampu menyelesaikan seluruh tanggung jawab seorang diri.

Yane Ardian menekankan, pentingnya memahami bahwa kualitas seorang ibu tidak ditentukan dari seberapa banyak hal yang mampu dikerjakan. 

Ada kalanya mengatakan tidak, meminta bantuan, atau mengurangi beban tertentu justru menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan keluarga tetap sehat.

Pandangan ini membuat konsep work-life harmony terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Seorang ibu tetap dapat bekerja dan berkarya tanpa harus mengorbankan seluruh kebutuhan pribadinya.

Tetap Hadir untuk Keluarga, Tetap Menjadi Diri Sendiri

Kehadiran seorang ibu dalam keluarga tidak selalu diukur dari banyaknya waktu yang tersedia. 

Baca Juga: Nominal Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tidak Sesuai? Jangan Panik, Ini Penjelasannya

Kualitas perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional juga memiliki peran penting.

Karena itu, memiliki ruang untuk diri sendiri bukan berarti mengurangi rasa cinta kepada keluarga. 

Sebaliknya, waktu untuk beristirahat, berkembang, atau sekadar melakukan hal yang disukai dapat membantu seorang ibu menjaga energi dan keseimbangan emosionalnya.

Work-life harmony pada akhirnya bukan tentang menciptakan kehidupan yang sempurna. 

Konsep ini lebih menekankan bagaimana seorang ibu dapat membangun kehidupan yang selaras dengan apa yang benar-benar dianggap penting.

Menentukan Apa yang Benar-Benar Penting

Setiap ibu memiliki situasi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu formula yang bisa diterapkan kepada semua keluarga.

Ada ibu yang memilih tetap aktif bekerja, ada yang lebih banyak mencurahkan waktu untuk keluarga, sementara sebagian lainnya menjalankan keduanya secara bersamaan. 

Semua pilihan tersebut memiliki tantangan masing-masing.

Pesan utama dari konsep yang disampaikan Yane Ardian adalah pentingnya berhenti mengejar standar kesempurnaan yang sering kali tidak realistis.

Baca Juga: Tips Cek Saldo KKS yang Tepat dan Alasan Sebagian KPM Tidak Menerima PKH BPNT Tahap 3

Seorang ibu tidak harus melakukan semuanya untuk disebut hebat. 

Justru dengan mengetahui apa yang paling penting, menentukan prioritas, dan memberikan ruang bagi diri sendiri, seorang ibu dapat menjalani setiap perannya dengan lebih bermakna.

"Ibu hebat adalah ibu yang tahu apa yang paling penting," ujar istri Wamendagri, Bima Arya tersebut.

Pada akhirnya, ibu hebat bukanlah ibu yang mampu melakukan segala sesuatu sendirian, melainkan ibu yang memahami apa yang penting bagi dirinya dan keluarganya. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Work Life Harmony ibu yane ardian