Kota Bogor Kejar Wistara 2027, Sembilan Tatanan Mulai Dibenahi

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Rapat konsolidasi FKS Kota Bogor di Kantor Dinas Kesehatan.
Rapat konsolidasi FKS Kota Bogor di Kantor Dinas Kesehatan.

RADAR BOGOR - Target meningkatkan predikat dari Swasti Saba Wiwerda menuju Swasti Saba Wistara pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027, mulai dikebut Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor.

Setelah memperoleh predikat Swasti Saba Wiwerda pada 2025, FKS Kota Bogor menjadikan hasil evaluasi penilaian tersebut sebagai pijakan untuk melakukan pembenahan sepanjang 2026.

Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor, Deni Mulyana mengatakan, persiapan menuju Wistara tidak cukup hanya dengan melengkapi dokumen administrasi. 

Baca Juga: 2.000 Warga Rumpin Bogor Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-81 RI

Hal yang lebih penting adalah memastikan program berjalan, datanya valid, serta seluruh capaian memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengalaman penilaian 2025 menjadi bahan evaluasi bagi kami. Tahun ini seluruh kekurangan harus dibenahi, mulai dari data, bukti dukung, dokumentasi, regulasi hingga penguatan koordinasi lintas sektor,” ujar Deni.

Evaluasi 2025 Jadi Peta Jalan Menuju Wistara

Menurut Deni, masih terdapat sejumlah catatan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2025. 

Beberapa di antaranya berkaitan dengan bukti dukung yang belum sepenuhnya sesuai indikator, dokumen yang belum memberikan penjelasan secara lengkap, serta data yang belum tervalidasi oleh perangkat daerah terkait.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan sebuah program belum otomatis memberikan nilai maksimal dalam proses penilaian. 

Setiap program harus memiliki data yang valid, dokumentasi pelaksanaan, regulasi pendukung, serta narasi yang mampu menjelaskan hubungan antara program dengan indikator yang dinilai.

FKS Kota Bogor juga melihat inovasi sebagai salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan. 

Sejumlah inovasi yang ditemukan saat proses verifikasi pada 2025 dinilai mampu memperkuat capaian Kota Bogor.

Karena itu, berbagai inovasi yang telah dilakukan perangkat daerah, kecamatan, kelurahan maupun masyarakat akan didorong untuk terdokumentasi secara lebih teratur.

23 OPD Akan Dilibatkan dalam Evaluasi

Penguatan persiapan Wistara 2027 tidak hanya dilakukan melalui forum internal FKS. 

Sekitar 23 organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu sembilan tatanan akan dilibatkan dalam agenda evaluasi lanjutan yang direncanakan berlangsung pada Oktober atau November 2026.

Baca Juga: Hilang di Parung Bogor, ABK Ditemukan Berkat Warga

Masing-masing OPD nantinya akan memaparkan capaian indikator beserta bukti dukung program yang telah dilaksanakan, khususnya capaian pada 2025.

Langkah ini diharapkan, dapat memperlihatkan indikator mana saja yang masih belum optimal. 

Dengan demikian, perangkat daerah masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan sebelum memasuki tahapan penilaian 2027.

“Jangan sampai nilai hilang hanya karena indikator belum terisi atau bukti dukungnya tidak lengkap. Semua harus dipersiapkan lebih awal agar masih ada waktu untuk melakukan perbaikan,” kata Deni.

FKS Kota Bogor menargetkan seluruh indikator pada sembilan tatanan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti. 

Fokusnya bukan hanya mengejar kelengkapan administrasi, tetapi memastikan program benar-benar berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Kunjungan OPD Dimulai 25 Agustus 2026

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, FKS Kota Bogor menjadwalkan kunjungan ke sejumlah OPD mulai 25 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut, menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan perangkat daerah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembenahan pada masing-masing indikator.

Baca Juga: Saldo KKS Bank Mandiri Masih Nol, Ini Kondisi Terkini Pencairan PKH BPNT Tahap 3

Hasil kunjungan akan menjadi bahan untuk menyusun langkah tindak lanjut sepanjang 2026. 

Dengan pola tersebut, persiapan menuju penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027 diharapkan tidak dilakukan secara mendadak.

CFD hingga Regulasi Kebencanaan Jadi Sorotan

Sejumlah indikator yang berkaitan dengan lintas sektor juga menjadi perhatian FKS Kota Bogor. 

Salah satunya adalah tatanan transportasi, termasuk rencana penyelenggaraan Car Free Day (CFD).

Aspek tersebut masih membutuhkan penguatan dan pembahasan bersama pemerintah daerah serta perangkat terkait. 

Beberapa alternatif kawasan untuk pelaksanaan CFD masih menjadi bahan kajian.

Selain transportasi, regulasi daerah juga menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan. 

Beberapa indikator, khususnya yang berhubungan dengan penanggulangan bencana dan sektor lainnya, membutuhkan dukungan kebijakan berupa Peraturan Wali Kota maupun regulasi daerah.

FKS mendorong agar regulasi yang masih diperlukan dapat diselesaikan sebelum tahapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027.

Forum Kecamatan dan Kelurahan Ikut Diperkuat

Strategi menuju Kota Sehat juga diarahkan hingga tingkat wilayah. 

FKS Kota Bogor terus mendorong penguatan Forum Kecamatan Sehat serta kelembagaan di tingkat kelurahan.

Pendekatan tersebut, dilakukan agar program Kota Sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab OPD di tingkat kota, tetapi juga diterapkan secara nyata di kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga: Saldo Bansos PKH Tahap 3 Berdatangan! KKS BNI Ramai, BRI hingga BSI Menyusul

Kelurahan Siaga nantinya dapat dioptimalkan untuk mendukung fungsi kelembagaan Kelurahan Sehat. 

Dengan demikian, pemerintah daerah tidak perlu membentuk struktur baru yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih kelembagaan.

Kolaborasi antara kelurahan, kecamatan, puskesmas, OPD, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat dan FKS menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Forum Kecamatan Sehat juga didorong untuk memiliki rencana kerja yang jelas, melaksanakan kegiatan secara konsisten, serta menyusun laporan semester dan tahunan sebagai bagian dari dokumentasi capaian.

Wistara Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan

Deni menegaskan bahwa target Swasti Saba Wistara 2027 bukan semata-mata soal mendapatkan penghargaan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, target tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh pihak untuk memperkuat kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat Kota Bogor.

“Penghargaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh program berjalan berkelanjutan dan benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat,” tutur Deni.

Secara nasional, pada 2025 penghargaan Swasti Saba diberikan kepada 146 kabupaten/kota. 

Rinciannya terdiri dari satu daerah penerima Wistara Paripurna, tiga Wistara, 41 Wiwerda dan 101 Padapa.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan untuk mencapai kategori tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat.

Baca Juga: Menara Eiffel dari Bambu, Karya Pemuda Mekarsari Bogor Menarik Perhatian

Bagi Kota Bogor, pengalaman pada penilaian 2025 menjadi modal sekaligus pengingat bahwa persiapan menuju Wistara harus dilakukan sejak jauh hari.

Sepanjang 2026, pembenahan akan diarahkan pada validasi data, kesesuaian bukti dukung, penguatan regulasi, dokumentasi inovasi, aktivasi kelembagaan di kecamatan dan kelurahan, serta pemantauan sembilan tatanan.

Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, FKS Kota Bogor berharap, seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat dapat bergerak bersama. 

Target akhirnya bukan sekadar kembali mengikuti penilaian pada 2027, tetapi mampu membawa Kota Bogor naik kelas dari Swasti Saba Wiwerda menuju Swasti Saba Wistara. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
FKS Deni Mulyana kota bogor Forum Kota Sehat