Menuju Wistara 2027, Forum Kota Sehat Mulai Jadwalkan Evaluasi OPD Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:26 WIB
Rapat Konsolidasi Pengurus Forum Kota Sehat Kota Bogor sebagai langkah awal dalam menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi. (Dok. Forum Kota Sehat)
Rapat Konsolidasi Pengurus Forum Kota Sehat Kota Bogor sebagai langkah awal dalam menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi. (Dok. Forum Kota Sehat)

RADAR BOGOR - Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor mulai memetakan sejumlah pekerjaan rumah untuk mengejar predikat Swasti Saba Wistara 2027. Evaluasi lintas OPD akan menjadi langkah terdekat yang dilakukan.

Setelah meraih Swasti Saba Wiwerda pada 2025, FKS Kota Bogor akan mengevaluasi capaian dan kekurangan yang ditemukan dalam penilaian sebelumnya. Evaluasi itu menjadi dasar pembenahan sepanjang 2026.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, mengatakan penguatan tidak hanya menyasar kelengkapan administrasi. FKS juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, validasi data, dokumentasi program, keberlanjutan inovasi, serta kesesuaian bukti dukung dengan indikator penilaian.

“Strategi tersebut tidak hanya diarahkan pada kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga pada penguatan koordinasi lintas sektor, validitas data, dokumentasi program, keberlanjutan inovasi, serta kesesuaian bukti dukung dengan setiap indikator Kabupaten/Kota Sehat,” kata Deni.

Menurutnya, hasil penilaian 2025 menunjukkan masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Di antaranya bukti pendukung yang belum sepenuhnya sesuai dengan definisi operasional indikator, dokumen tanpa penjelasan yang memadai, indikator yang belum terisi lengkap, hingga data yang belum tervalidasi oleh OPD terkait.

Karena itu, FKS mendorong setiap capaian program memiliki data yang valid dan dokumen yang relevan. Dokumentasi pelaksanaan program di lapangan juga perlu diperkuat.

FKS Kota Bogor juga menjadwalkan kunjungan ke OPD pada 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kesiapan program dan bukti dukung yang dimiliki masing-masing perangkat daerah.

Selanjutnya, pada Oktober atau November 2026, FKS merencanakan pertemuan evaluasi yang melibatkan sekitar 23 OPD pengampu. Setiap OPD akan diminta memaparkan capaian indikator serta bukti dukung program yang telah dilaksanakan pada 2025.

Evaluasi itu diharapkan dapat memetakan indikator yang belum memenuhi target. Dengan begitu, OPD masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan sebelum memasuki penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027.

“Target kerja kami tinggi. Setiap tatanan diarahkan mencapai capaian optimal dan tidak menyisakan indikator yang kosong atau kehilangan nilai hanya karena persoalan administrasi dan bukti dukung,” ujarnya.

Selain OPD, FKS juga memperkuat kelembagaan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Forum Kecamatan Sehat didorong lebih aktif menyusun rencana kerja, melaksanakan kegiatan, serta membuat laporan semester dan tahunan.

Di tingkat kelurahan, Kelurahan Siaga akan dioptimalkan untuk mendukung fungsi kelembagaan Kelurahan Sehat. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penambahan struktur yang berpotensi tumpang tindih.

Sejumlah indikator lintas sektor juga menjadi perhatian. Salah satunya berkaitan dengan tatanan transportasi dan rencana penyelenggaraan Car Free Day (CFD). FKS bersama pemerintah daerah dan perangkat terkait masih membahas sejumlah alternatif kawasan.

Dukungan regulasi juga menjadi bagian dari pembenahan. Beberapa indikator membutuhkan penguatan dasar kebijakan, termasuk regulasi terkait penanggulangan bencana dan sektor lainnya.

FKS berharap seluruh pembenahan tersebut dapat berjalan sepanjang 2026. Targetnya, Kota Bogor mampu meningkatkan predikat dari Swasti Saba Wiwerda menjadi Swasti Saba Wistara pada penilaian 2027.

Penghargaan tersebut sekaligus diharapkan menjadi pemicu penguatan program Kota Sehat di seluruh wilayah, mulai dari OPD, kecamatan, kelurahan hingga masyarakat. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
kota bogor Forum Kota Sehat