1.700 Warga Kota Bogor Dapat Pekerjaan, Eks Sopir Angkot dan Pengamen Digaji Rp1,2 Juta

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Warga Kota Bogor tengah ikut program Padat Karya. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Warga Kota Bogor tengah ikut program Padat Karya. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Ribuan warga Kota Bogor dapat kerjaan baru lewat program Padat Karya, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari kedepan. 

Pembukaan berlangsung di Taman Heulang. Peserta Padat Karya diprioritaskan untuk eks sopir angkot, pengamen dan warga dari golongan desil satu sampai lima.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan Padat Karya bagian dari stimulus untuk para pencari kerja. Program ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Ditambah lagi ada Perpres, anggaran APBD harus langsung bersentuhan dengan masyarakat termasuk salah satunya pembukaan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Total peserta yang ikut Padat Karya tahun ini 1.700 orang. Mereka berasal dari enam kecamatan dan 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor.

“Kami sebar di masing-masing wilayah, unruk menjaga fasilitas publik, menjaga fungsi fasilitas umum, drainase jalan trotoar agar kembali seperti semula,” ujarnya.

Baca Juga: Bansos PKH Sudah Cair, Kapan BPNT Rp600 Ribu Masuk KKS? Cek Jadwalnya

Lokasi kegiatan Padat Karya juga berlangsung di area tengah kota. Seperti di Ma Salmun, Alun-Alun Kota Bogor, hingga ke Surya Kencana.

“Cuaca hari ini mumpung kagi kering, maka saat inilah seluruh drainase, yang memang perlu kita bersihkan, kesempatan kita untuk melakukan bebenah, bebersih,” ucapnya.

Peserta Padat Karya diberi upah Rp120 ribu per hari. Selama kegiatan berlangsung, mereka juga diberi jaminan berupa BPJS Ketenagakerjaan.

“Berarti Rp1,2 juta selama 10 hari kerja. Dan kami daftarkan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk resiko kecelekaan,” terang Jenal.

Proses pendaftaran peserta disebut Jenal cukup selektif. Sejumlah instansi pemerintahaan di libatkan untuk merampungkan pendataannya

“Ada di Disnaker koordinasi dengan Dinsos. Jadi filterisasi. Kalau dari usulan bisa hampir 2.700 lebih. Tapi kita filter yang memang sesuai dengan desil,” jelasnya

Jenal menggaransi Padat Karya ini akan terus berlangsung setiap tahunnya. Sebab manfaat dari program ini diklaim dapat lansung menyentuh masyarakat.

“Saya rasa masih terus ada. Bahkan ini lebih langsung kena sasaran waluapun upahnya jauh dari harapan, tapi setidaknya ada stimulus satu bulan ini,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor warga padat karya