RADAR BOGOR - Kasus dugaan perundungan di Kota Bogor kembali terjadi. Kali ini melibatkan pelajar SMP dan SMK.
Aksi perundungan tersebut pun terekam kamera ponsel dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar pelaku sampai menampar korban yang merupakan pelajar SMP.
Insiden perundungan itu menjadi perhatian banyak pihak. Dinas Pendidikan Kota Bogor dan aparat Kepolisian sampai mendatangi SMP tersebut untuk klarifikasi, Kamis 13 Agustus 2026.
Staf Kesiswaan Bidang SMP Disdik Kota Bogor, Ade Iskandar menjelaskan insiden itu sebenarnya terjadi pada Selasa 11 Agustus 2026 di Jalan Malabar.
“Pengakuan mereka ditunggu di Alfa. Mereka pada kumpul. Ternyata di bawa ke ke kafe, terjadilah seperti yang di video,” ujar Ade.
Ade menerangkan kasus perundungan ini bermula dari hal sepele. Terduga pelaku tidak terima kalau dirinya digosipkan sering membawa cowok ke kontrakannya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bogor Dorong Ketahanan Pangan, Warga Tegallega Dilatih Budidaya Hidroponik
“Yang pakai baju hitan yang perempuan, dia kos atau ngontrak di belakang, nah dirumorkan katanya dia suka bawa lawan jenis, gosipnya begitu,” ujar Ade.
Terduga pelaku merupakan alumni SMP. Jadi kedatangannya bermula hanya untuk mengklarifikasi gosip yang beredar tersebut.
“Kebetulan di SMP itu ada bestinya, si pelaku ini, akhirnya untuk klarifikasi dikumpulin lewat si temennya itu, sejumlah 8 anak perempuan semua,” terang Ade.
Kasus perundungan ini disebut Ade sedang dalam penanganan. Kedua sekolah sedang dalam proses mediasi untuk menjcari jalan keluarnya.
“Pendampingan itu sudah dilakukan oleh pihak sekolah dengan cara memanggil, kebetulan pihak sekolah juga mengenal dengan para pelaku,” jelas Ade.
Terkait sanksi yang diberikan, Dinas Pendidikan disebut Ade menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, untuk memberikan pembelajaran kepada mereka.
“Kalau sanksi nanti kita serahkan ke pihak sekolah, soalnya ada lintas jenjang dari SMP sama SMK,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin