Padat Karya di Kota Bogor Libatkan 1.727 Warga, Ini Sasarannya

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Pemkot Bogor maksimalkan program padat karya.  (Diskominfo)
Pemkot Bogor maksimalkan program padat karya. (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengurangi angka pengangguran kembali dilakukan melalui program padat karya.

Tahun 2026, sebanyak 1.727 warga dari enam kecamatan mendapat kesempatan terlibat dalam program tersebut.

Kegiatan padat karya secara simbolis dibuka Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (13/8/2026).

Program ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kerja sementara sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan lingkungan Kota Bogor.

Kuota Padat Karya Tahun Ini Jadi yang Terbesar

Jenal Mutaqin mengatakan, program padat karya bukanlah kegiatan baru bagi Pemkot Bogor.

Program tersebut, telah berjalan secara konsisten selama beberapa tahun sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan.

Baca Juga: PKH BNI dan BRI Cair Serentak di Berbagai Daerah 13 Agustus 2026, Ini Bukti Saldonya

Namun, tahun ini jumlah peserta diperbesar untuk memperluas jangkauan penanganan pengangguran di Kota Bogor.

Menurut Jenal, pelaksanaan program tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor.

“Tentu ini menjadi kolaborasi yang nyata antara Pemkot Bogor dan DPRD. Bahkan kalau tahun depan bisa ditambah, selama anggarannya ada, kita akan lakukan,” ujar Jenal Mutaqin.

Meski masa kerja peserta hanya berlangsung selama 10 hari, Jenal menilai program tersebut tetap memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan padat karya diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan warga terhadap Kota Bogor, terutama melalui keterlibatan langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kota Bersih Butuh Peran Masyarakat

Jenal menegaskan, upaya menciptakan Kota Bogor yang bersih dan tertata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi lingkungan.

“Mustahil Bogor bisa lebih sejahtera, lebih bersih, lebih rapi, kalau masyarakatnya sendiri tidak cinta terhadap kotanya. Kota yang bersih mencerminkan masyarakatnya. Begitu pula sebaliknya,” ungkapnya.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Kwarcab Kota Bogor Ziarah ke TMP Dreded

Peserta program padat karya tahun ini, berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

Selain masyarakat umum, program tersebut juga memberikan ruang bagi sejumlah kelompok yang terdampak kondisi ekonomi, termasuk seniman jalanan dan sopir angkutan kota (angkot) yang terkena dampak pengurangan masa usia teknis kendaraan.

Untuk memberikan perlindungan selama mengikuti kegiatan, para peserta juga mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Para peserta juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Jenal.

DPRD Dorong Program Padat Karya Berlanjut

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata menyambut baik pelaksanaan program padat karya.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu jalan keluar bagi warga yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan.

Dadang berharap, sinergi antara Pemkot Bogor dan DPRD terus diperkuat sehingga program serupa dapat dipertahankan dan dikembangkan pada tahun berikutnya.

“Saya juga berpesan bapak ibu yang menjadi peserta padat karya bisa terus menjaga kesehatan. Mudah-mudahan Pemkot Bogor dan DPRD bisa terus bersinergi, terutama untuk anggaran padat karya ini,” ujar Dadang.

1.727 Peserta Ikuti Padat Karya

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor Shahib Khan menjelaskan, total 1.727 peserta program padat karya tahun ini terdiri atas 35 orang pengawas dan 1.692 pekerja.

Baca Juga: Kota Bogor Dapat Apresiasi KemenPANRB, Inovasi Jadi Sorotan

Dengan jumlah tersebut, program padat karya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek bagi peserta, tetapi juga mendukung upaya Pemkot Bogor dalam menjaga kebersihan kota sekaligus memperluas penanganan pengangguran.

Keterlibatan ribuan warga dalam program ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun Kota Bogor yang lebih bersih, tertata, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor Jenal Mutaqin padat karya