RADAR BOGOR - Pesan singkat, sempat disampaikan oleh ASN Kota Bogor kepada sang istri sebelum dirinya hilang, dan terjatuh ke aliran Sungai Cisadane.
Isi pesan tersebut mengabarkan bahwa dirinya hendak menuju jalan pulang, setelah bekerja seharian menjadi seorang Pustakawan Kota Bogor.
“Percisnya saya tidak tahu. Cuma sempat kontekan dengan istrinya bahwa korban WA ‘Saya Pulang’ Begitu,” kata Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin.
Pesan tersebut disampaikan oleh korban pada Kamis 13 Agustus 2026 pukul 18.15 WIB. Setelah itu, notifikasinya tidak lagi berbunyi di telepon genggam sang istri.
Keberadaan korban hingga kini belum berhasil ditemukan. Tim Sar Gabungan baru mendaptkan sejumlah barang-barang yang sebelumnya dibawa korban.
“Yang baru ketemu barang korban aja, helm sama tas, untuk korban belum ditemukan,” terang Ihin saat ditemui Radar Bogor di lokasi pencarian, Jumat 14 Agustus 2026.
Baca Juga: Anggota Komisi VI DPR Asep Wahyuwijaya Ungkap Kunci Membenahi BUMN Bermasalah
Saat pertama kali ditemukan kondisi motor korban berada di ujung jembatan penghubung Kelurahan Cikaret dan Pamoyanan.
Kondisi mesinnya dalam keadaan mati. Namun warga sekitar melihat lampu depan motor yang semula dikemudikan korban dalam keadaan menyala.
“Lampunya aja yang nyala mesinnya mati. Karena kalau motor kopling apabila posisi masuk (Gigi) pasti mesin mati ketika berhenti,” ucap Ihin.
Jembatan penghubung yang dilalui korban, saat ini memang jadi andalan warga untuk mempersingkat waktu ke Pamoyanan atau Cikaret.
“Jalan ini sebetulnya alternatif semenjak Jalan Danasasmita longsor. Jalan ke Pamoyanan yang terdekat. Cuma memang bisa dilihat jalannya cukup curam,” ujar Ihin.
Korban disebut Ihin juga baru menggunakan motor kopling yang dikemudikannya. Sehingga ia diduga terjatuh setelah melalui turunan yang cukup curam.
“Informasi dari warga, korban ini baru pegang motor yang ada koplingnya. Korban baru pulang kerja. Jadi dimungkinkan terjatuh,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin