Apel Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI, Wali Kota Bogor Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB
Foto bersama usai Apel Kebangsaan 3 Pilar Pemkot Bogor bersama TNI/Polri, Jumat, 14 Agustus 2026. (Fikri/Radar Bogor)
Foto bersama usai Apel Kebangsaan 3 Pilar Pemkot Bogor bersama TNI/Polri, Jumat, 14 Agustus 2026. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun isu yang dapat memicu keresahan.

Pesan itu disampaikan Dedie saat mengikuti Apel Kebangsaan 3 Pilar bersama TNI-Polri di Lapangan Apel Polresta Bogor Kota, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dedie mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan persatuan dan menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat.

“Kalau cuma TNI-Polri, masyarakatnya tidak ikut, Pemkotnya tidak ikut, kan kurang, masa yang tanggung jawab cuma TNI-Polri saja,” kata Dedie.

Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Terlebih, Indonesia akan memperingati 81 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga: Kembali Didemo Soal LGBTQ, Wali Kota Bogor Pastikan Perwali Segera Terbit

Dedie juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya dan mengingatkan warga agar tidak terjebak hoaks dan provokasi yang dapat memecah persatuan.

“Menguatkan komitmen kita, bahwa kita jangan mau diadu domba, jangan mau urusan hoaks, kemudian membuat kita semuanya khawatir,” ujarnya.

Menurut Dedie, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi modal penting untuk menjaga keamanan Kota Bogor.

“Kita ini bangsa yang kuat, TNI-Polri ini bersatu, jadi tidak perlu ada kekhawatiran selama kitanya kompak,” ucap Dedie.

Sementara itu Pelaksana Harian Kapolresta Bogor Kota AKBP Budhi Batara P menambahkan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga situasi keamanan.

“Tanggung jawab keamanan itu sebenarnya bukan hanya milik TNI-Polri, Pemda, namun masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk sama-sama menjaga kamtibmas melalui peranan silaturahmi, kebersamaan,” ujar Budhi.

Ia memastikan jajaran TNI-Polri siap diterjunkan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan. Upaya pencegahan dini juga terus dilakukan dengan menjangkau masyarakat.

“Jika terjadi kontingensi, siap diterjunkan, insyaallah kami selalu siap untuk mengawal, khususnya di wilayah Bogor. Cegah dini ke masyarakat juga sudah turun,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel KavGan Gan Rusgandara mengatakan TNI berkolaborasi dengan Polresta Bogor Kota untuk memperkuat pemerintah daerah dalam menjaga keamanan hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Ia menegaskan pentingnya membangun ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan provokasi.

“Kita negara yang anti-hoaks, negara yang anti-provokasi. Karena kita negara yang kuat,” kata Gan Gan.

Menurutnya, soliditas harus dibangun mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah bersama TNI-Polri. Hal itu diperlukan agar keamanan dan persatuan tetap terjaga, khususnya menjelang peringatan HUT ke-81 RI. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
HUT ke-81 RI apel kebangsaan bogor wali kota