RADAR BOGOR – Berburu kuliner dengan porsi besar bisa menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi pencinta mie ayam.
Di Cikarang Utara, terdapat kedai yang mencuri perhatian berkat sajian mie ayam berukuran jumbo dengan topping melimpah hingga memenuhi mangkuk.
Adalah Mie Ayam Alvin yang berlokasi di Cluster Caroline Park, Cibening, Cikarang Utara.
Kedai ini dikenal karena menyajikan mi ayam dengan konsep porsi megalodon, lengkap dengan beragam tambahan seperti ayam, kuah semur, ceker, bakso, hingga potongan tulang ayam yang masih memiliki banyak daging.
Porsi Megalodon Jadi Daya Tarik Utama
Keunikan Mie Ayam Alvin terletak pada jumlah sajian dalam satu mangkuk. Porsi yang disebut megalodon tersebut membuat mi dan berbagai topping terlihat menumpuk hingga hampir memenuhi wadah.
Selain mi dan potongan ayam, pengunjung dapat menikmati tambahan kuah semur, bakso, ceker, serta tulang ayam.
Baca Juga: Intip Keseruan Berwisata di Richie Garden Sentul Bogor, Resto Berlatar Pemandangan Alam
Kehadiran tulang dan ceker dalam jumlah cukup banyak menjadi pembeda dari sajian mi ayam yang biasanya hanya mengandalkan potongan daging ayam.
Meski menawarkan porsi jumbo, harga yang dibanderol masih relatif ramah di kantong.
Untuk menu dengan pilihan topping lengkap atau ukuran jumbo, harganya berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp30 ribu.
Bumbu Gurih dan Rempah, Bukan Sekadar Manis
Cita rasa Mie Ayam Alvin juga mendapat perhatian dalam ulasan kanal YouTube Boengkoes.
Ulasan tersebut sekaligus mencoba membuktikan sejumlah komentar warganet yang sebelumnya menilai mi ayam ini cenderung hambar atau terlalu manis.
Setelah dicicipi, rasa yang muncul justru didominasi sensasi gurih. Bumbu mi berpadu dengan kuah semur ayam sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang lebih kompleks.
Ketika seluruh komponen diaduk, aroma minyak bawang putih semakin terasa. Rasa gurih dan rempah berpadu dengan sedikit sentuhan manis dari kuah semur sehingga cita rasanya tidak hanya bertumpu pada rasa manis.
Tulang Ayam dan Ceker Dimasak hingga Empuk
Selain jumlah mi yang besar, topping tulang dan ceker ayam juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian.
Tulang ayam yang digunakan masih menyisakan daging dalam jumlah cukup tebal.
Proses perebusan yang dilakukan membuat tekstur daging menjadi lunak sehingga relatif mudah dilepaskan dari tulangnya.
Baca Juga: Siap-Siap Saldo Masuk! 4 Kategori KPM Ini Dijamin Cair Lagi Bansos PKH BPNT Tahap 3
Begitu pula dengan ceker ayam. Teksturnya disebut empuk dan dapat disantap bersama mi serta kuah semur yang menjadi bagian dari sajian.
Awalnya Hanya Melayani Pre-Order dan COD
Mie Ayam Alvin dirintis oleh pemiliknya, Bang Mirin, sejak 2021. Pada masa awal usaha, penjualan dilakukan dengan sistem pre-order dan cash on delivery (COD).
Seiring perkembangan usaha, Mie Ayam Alvin kemudian hadir dalam bentuk kedai dan mulai mendapatkan lebih banyak pelanggan.
Konsep porsi besar sengaja dipilih sebagai pembeda dari penjual mi ayam lainnya. Sajian dalam jumlah melimpah tersebut akhirnya menjadi identitas yang membuat kedai ini semakin dikenal.
Popularitas Mie Ayam Alvin pun terus meningkat. Kedai tersebut disebut ramai tidak hanya saat akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja.
Bahkan, sejumlah pengunjung rela menunggu selama berjam-jam. Ketika tempat duduk di dalam kedai penuh, sebagian pelanggan disebut harus menikmati makanan dengan menggelar tikar di area luar.
Bisa Habiskan 40 Kilogram Mi dalam Sehari
Tingginya jumlah pelanggan membuat kebutuhan bahan baku Mie Ayam Alvin terbilang besar.
Baca Juga: Pull Strings Dikabarkan Tayang 19 Agustus 2026, Intip Sinopsis dan Pemainnya
Dalam satu hari, kedai tersebut dapat menggunakan hingga 40 kilogram mi. Sementara kebutuhan ayam dan tulang mencapai sekitar 70 kilogram.
Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan terhadap sajian mi ayam berukuran jumbo yang menjadi ciri khas Mie Ayam Alvin di kawasan Cibening, Cikarang Utara. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin