Padel Makin Digandrungi Warga Bogor, 46 Pasangan Ramaikan Padel Championship Festival Merah Putih

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Padel Championship Piala Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang menjadi salah satu rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026. (Foto: Aziz/Radar Bogor)
Padel Championship Piala Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang menjadi salah satu rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026. (Foto: Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Olahraga padel semakin digandrungi masyarakat Kota Bogor. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam Padel Championship Piala Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang menjadi salah satu rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026.

Kejuaraan yang digelar di Racket Hour, Kota Bogor, Sabtu 15 Agustus 2026 tersebut diikuti 46 pasangan. 

Koordinator Kegiatan, Lia Liliana mengatakan, peserta terbagi dalam dua kategori, yakni 11 pasangan ganda campuran atau mixed dan 35 pasangan ganda putra kategori bronze.

“Padel ini sangat menjamur di Kota Bogor dan juga sangat diminati warga Kota Bogor. Ini juga dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi salah satu rangkaian Festival Merah Putih 2026,” kata Lia.

Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi penyelenggaraan perdana pertandingan padel dalam rangkaian Festival Merah Putih.

Keputusan menggelar pertandingan padel diambil seiring olahraga tersebut semakin populer di masyarakat.

Baca Juga: Pasha Ungu dan Adelia Dukung Kiesha Alvaro Kuliah di Mesir, Pendidikan Anak Jadi Prioritas

Antusiasme peserta juga dinilai cukup tinggi. Bahkan, hingga sehari sebelum pertandingan masih terdapat peserta yang melakukan pendaftaran.

“Insya Allah melihat antusiasme dari peserta yang sampai H-1 ada yang mendaftar juga, kemungkinan tahun berikutnya kita akan mengadakan lagi,” ujarnya.

Lia berharap penyelenggaraan Padel Championship pada tahun berikutnya dapat dikemas lebih meriah.

Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, ajang tersebut diharapkan mampu memperluas minat masyarakat terhadap olahraga padel.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim turut mengapresiasi penyelenggaraan Padel Championship FMP 2026. 

Menurutnya, perkembangan olahraga padel di Kota Bogor perlu diikuti dengan aktivasi fasilitas olahraga melalui berbagai kegiatan dan keterlibatan komunitas.

“Di Kota Bogor ini sudah ada lebih dari 20 lapangan padel yang berdiri dan perlu diaktivasi. Salah satu cara mengaktivasinya adalah dengan melibatkan komunitas serta kelompok-kelompok di masyarakat,” kata Dedie.

Ia menilai semakin sering turnamen digelar, semakin banyak pula masyarakat yang terdorong untuk bermain padel. Kondisi tersebut dinilai memiliki dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.

“Kalau turnamennya sering digelar, maka semakin banyak warga Bogor yang ikut bermain padel. Kalau semua ikut bermain padel, badannya akan sehat,” ujarnya.

Menurut Dedie, aktivitas olahraga masyarakat juga berkaitan dengan upaya menekan beban pembiayaan kesehatan.

Baca Juga: Sudah SI, Ini Tanda-Tanda Bansos BPNT Rp600 Ribu Siap Cair ke KKS KPM

Dengan masyarakat yang lebih sehat, kebutuhan anggaran kesehatan diharapkan dapat berkurang.

“Kalau masyarakatnya sehat, anggaran kesehatannya tentu akan menurun. Jadi, ada kaitannya antara penurunan beban biaya kesehatan dengan kegiatan olahraga padel ini,” katanya.

Dedie juga mengapresiasi penyelenggaraan Padel Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian Festival Merah Putih 2026 yang diikuti puluhan pasangan.

Sementara itu, Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said mengatakan, kejuaraan padel juga menjadi bagian dari upaya mendorong minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus mencari bibit atlet potensial dari Kota Bogor.

Ia menyebut dukungan terhadap kegiatan olahraga juga sejalan dengan semangat bela negara.

Menurutnya, bela negara tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertahanan, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Bela negara itu bukan hanya sekadar mengangkat senjata, tetapi terkait dengan event-event olahraga. Dengan adanya Padel Merah Putih ini mungkin kita akan bisa melihat bibit-bibit atlet, terutama Kota Bogor, yang nantinya akan berkembang ke event-event yang sifatnya nasional,” kata Syahril.

Para peserta dalam kejuaraan tersebut juga memperebutkan hadiah uang pembinaan.

Untuk masing-masing kategori, juara pertama mendapatkan Rp4 juta, juara kedua Rp2,5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1,5 juta.

Owner Racket Hour, Greta Noordiana mengatakan, pihaknya merasa bangga dapat menjadi lokasi penyelenggaraan salah satu rangkaian Festival Merah Putih 2026.

Baca Juga: Wisatawan Serbu Kawasan Puncak Bogot di Momen HUT Kemerdekaan, Polisi Terapkan One Way

Ia menyebut kesempatan tersebut menjadi bentuk dukungan untuk memperkenalkan olahraga padel melalui kegiatan yang lebih besar dan resmi.

“Suatu kehormatan bisa ikut andil dalam Festival Merah Putih dan bisa men-support untuk kebersamaan kita dalam memeriahkan atau mengenalkan padel lebih jauh untuk acara-acara resmi,” ujar Greta.

Greta menambahkan, Racket Hour sendiri telah beroperasi hampir satu tahun.

Namun, untuk penyelenggaraan event berskala besar, pihaknya baru beberapa kali menggelar kegiatan.

Menurutnya, Racket Hour memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari sirkulasi udara, area parkir yang luas hingga posisi lapangan yang berada di pinggir jalan sehingga mudah diakses masyarakat. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor padel festival merah putih