RADAR BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau langsung lokasi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang diduga hanyut di aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pencarian terhadap Bayu Zulkarnaen (36), yang diduga menjadi korban, masih belum ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan hilang usai sepeda motornya ditemukan berada di sekitar ujung Jembatan Cisadane pada Kamis malam, 13 Agustus 2026 lalu.
Dalam proses pencarian tersebut, tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, serta unsur SAR lainnya telah mengerahkan sekitar 70 personel.
Jenal menyampaikan bahwa pencarian terus dilakukan sembari petugas menghimpun keterangan tambahan dari warga dan saksi yang pertama kali menemukan sepeda motor korban di sekitar jembatan.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Bendera Merah Putih Dikibarkan di Puncak Gunung Putri Bogor
Untuk mempercepat proses pencarian, jumlah personel di lapangan turut ditambah.
Jenal berharap penambahan kekuatan tersebut dapat membantu tim memperoleh hasil secara lebih cepat dan optimal.
Di sisi lain, pengumpulan informasi mengenai kronologi dan keberadaan Bayu juga terus dilakukan.
Jenal bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait kemudian mendatangi kediaman Bayu.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan istri dan anak Bayu yang masih mengalami guncangan akibat peristiwa tersebut. Bayu diketahui merupakan ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor.
Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan keprihatinan kepada keluarga.
Jenal menjelaskan bahwa kondisi Bayu hingga saat itu masih belum diketahui sehingga informasi tambahan dari keluarga maupun pihak lain tetap diperlukan untuk membantu proses pencarian.
“Saya sambil menyambangi keluarga, memberikan semangat dan menyampaikan rasa prihatin,” ujar Jenal Mutaqin dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Jika korban belum berhasil ditemukan, keluarga disebut berpeluang melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dengan kategori orang hilang.
Meski demikian, operasi pencarian di Sungai Cisadane tetap akan dilanjutkan dengan mengikuti standar operasional dan prosedur yang berlaku serta berkoordinasi dengan kepolisian.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko menyampaikan operasi kembali dilanjutkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dimas menjelaskan pencarian melibatkan personel gabungan dari Basarnas, pemadam kebakaran, dan BPBD.
Sejumlah teknik diterapkan untuk menemukan korban, termasuk penyelaman secara bergantian guna memeriksa bagian sungai yang dinilai memiliki kedalaman cukup tinggi, termasuk area berupa celukan atau bagian dasar yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Petugas juga menggunakan teknik blender dengan memanfaatkan perahu karet untuk mengurai material atau kotoran yang berada di dasar sungai. Selain itu, penyisiran dilakukan di permukaan air dengan cakupan hingga puluhan meter dari titik pencarian.
Jangkauan pencarian bahkan diperluas hingga sekitar 300–400 meter dari titik awal. Namun, tim menghadapi kendala berupa banyaknya tumpukan sampah yang berada di dasar Sungai Cisadane sehingga proses pencarian menjadi lebih sulit.
"Penyisiran diperpanjang hingga 300 sampai 400 meter dari titik nol, memang hambatannya di dasar sungai yang banyak tumpukan sampah,” kata Dimas.
Berdasarkan standar operasional prosedur yang berlaku, Dimas menyebut operasi pencarian direncanakan berlangsung selama sekitar tiga hingga empat hari.
Editor : Eka Rahmawati