Hari Ketiga Pencarian ASN Pemkot Bogor di Sungai Cisadane, Tim SAR Perluas Penyisiran

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:34 WIB
Operasi pencarian Bayu, ASN Pemkot Bogor yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cisadane memasuki hari ketiga. (Fikri/Radar Bogor)
Operasi pencarian Bayu, ASN Pemkot Bogor yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cisadane memasuki hari ketiga. (Fikri/Radar Bogor)
RADAR BOGOR - Operasi pencarian Bayu, ASN Pemkot Bogor yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cisadane, memasuki hari ketiga, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tim SAR memperluas area penyisiran dari sebelumnya sekitar 600 meter menjadi 1,2 kilometer hingga Jembatan Cipaku.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Tim masih menggunakan sejumlah metode, termasuk penyelaman di titik yang dinilai memiliki kemungkinan korban berada.

“Untuk perkembangannya, Tim SAR memperpanjang jalur penyisiran hingga ke Jembatan Cipaku. Kalau diukur, jarak dari titik nol sampai ke Jembatan Cipaku kurang lebih 1,2 kilometer,” kata Dimas.

Menurutnya, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, tim belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Bayu.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Gudang Eks Pabrik Unitex Tajur Bogor, Api Lahap Bangunan 2.000 Meter Persegi

Meski begitu, pencarian terus dilakukan. Tim juga menambah sejumlah titik penyelaman dalam radius sekitar 400 meter dari titik awal.

“Area tersebut saat ini sedang dilakukan penyelaman oleh teman-teman di lapangan,” ujarnya.

Selain penyelaman dan penyisiran, Tim SAR juga kembali mengandalkan pemasangan jaring. Jaring telah dipasang sejak hari pertama dan ditambah pada hari kedua.

Jaring tersebut ditempatkan sekitar 200 meter dari titik awal. Tim menduga korban belum terlalu jauh dari lokasi awal diduga terjatuh ke aliran sungai.

Pencarian hari ketiga juga mendapat dukungan dari Tim Call Center 112 Kabupaten Bogor. Mereka membawa drone thermal untuk membantu pemetaan area yang sulit dijangkau langsung oleh personel.

“Tujuannya untuk melakukan mapping secara lebih luas, menjangkau area-area yang sekiranya tidak memungkinkan dijangkau langsung oleh manusia,” kata Dimas.

Dimas menyebut kondisi cuaca dan debit air saat pencarian masih relatif baik. Namun, tim menghadapi kendala berupa arus bawah air yang cukup kuat.

Total personel yang terlibat dalam operasi pencarian mencapai tidak kurang dari 100 relawan. Mereka dibagi dalam sejumlah SRU atau Search and Rescue Unit.

Personel tersebut mencakup tim penyisiran darat dan sungai serta tim selam. RAPI atau Radio Antar Penduduk Indonesia juga ikut membantu memastikan komunikasi selama operasi berjalan.

Dimas mengatakan, pencarian akan dievaluasi setiap hari. Evaluasi dilakukan sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB di posko untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.

Jika mengacu pada SOP operasi pencarian dan pertolongan Basarnas, pencarian dapat dilakukan hingga maksimal tujuh hari.

“Kita evaluasi dari hari ke hari. Kalau merujuk pada SOP pencarian dan pertolongan Basarnas, batas maksimalnya tujuh hari. Tapi harapan kita lebih cepat lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, BPBD masih berpijak pada dugaan awal bahwa Bayu terjatuh ke aliran sungai. Hingga kini belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

Di lokasi, tim tidak menemukan bercak darah maupun tanda lain yang dapat memastikan kronologi kejadian.

Motor Bayu ditemukan di pinggir jembatan dalam kondisi kontak menyala. Sementara helm dan laptop milik korban ditemukan mengambang di permukaan air sekitar 100 hingga 200 meter dari titik awal.

Dimas mengatakan, informasi mengenai posisi motor saat pertama kali ditemukan masih belum seragam. Karena itu, BPBD akan melakukan konfirmasi ulang kepada orang yang pertama kali menemukan motor tersebut. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor asn sungai cisadane