RADAR BOGOR - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026 akan diwarnai dengan kegiatan doa bersama lintas agama dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026.
Kegiatan tersebut, dijadwalkan berlangsung di Tugu Kujang, Kota Bogor, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.
Ketua Festival Merah Putih (FMP) 2026, Syahril M. Said mengatakan, kehadiran doa lintas agama menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
6 Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama
Rangkaian acara, diawali dengan persiapan panitia sejak pukul 05.00 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 05.45 WIB digelar prosesi penaikan bendera yang dilakukan oleh Resimen I Pasukan Pelopor Korps Brimob.
Baca Juga: Siap Comeback Perdana, EVAN Rilis Tracklist Mini Album Death of Me
Setelah itu, Wali Kota Bogor bersama para undangan dijadwalkan hadir di lokasi pada pukul 06.00 WIB.
Memasuki agenda utama, doa bersama lintas agama dijadwalkan berlangsung selama 15 menit, mulai pukul 06.05 hingga 06.20 WIB.
Doa tersebut akan dipimpin oleh enam pemuka agama, menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan.
Syahril M. Said menjelaskan, kegiatan lintas agama tersebut menjadi bagian dari semangat Festival Merah Putih untuk menghadirkan perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Wali Kota Bogor Berikan Sambutan
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada pukul 06.20 hingga 06.30 WIB.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Wali Kota Bogor, Forkopimda, serta warga masyarakat.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pukul 06.35 WIB, sebelum seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 06.40 WIB.
Baca Juga: 50 Anak Ikut Khitanan Massal di Al Ghazaly Bogor, Peserta Non Muslim Ikut Andil
Dengan mengambil lokasi di Tugu Kujang pada pagi Hari Kemerdekaan, doa bersama lintas agama FMP 2026 diharapkan menjadi momen yang tidak hanya memperingati kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bogor. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti