RADAR BOGOR - Penataan Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor dimulai. Pemerintah mulai memperbaiki saluran drainase hingga trotoar di lokasi tersebut.
Pantauan di lokasi, Minggu 16 Agustus 2026 terlihat petugas tengah sibuk melakukan pengerjaan. Papan pemberitahuan terpasang di sisi kiri Jalan Merdeka.
Garis kuning terpasang di bahu Jalan Merdeka. Pengendara yang melintas diminta untuk mengurangi kecepatan selama proses pengerjaan berlangsung.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan perbaikan trotoar dan drainase di Jalan Merdeka bagian dari penataan kota.
“Waktu pelaksanaan 90 hari kalender Mulai dari 3 Agustus sampai 31 Oktober 2026. Ini dalam rangka penataan kota,” jelas Esti pada Radar Bogor.
Titik trotoar dan drainase yang diperbaiki mulai dari simpang PGB hingga arah Jalan Mawar. Tujuannya untuk memberi akses nyaman kepada para pejalan kaki.
Baca Juga: IPB University Latih Warga Cibanteng Olah Ikan Nila dan Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar
“Perbaikan Drainase, panjang 428 meter, perbaikan trotoar, panjang 443 meter lebar 2,3 sampai 3 meter,” beber Esti dikonfirmasi lebih lanjut.
Pemerintah Kota Bogor juga akan turut membuat trotoar baru disisi kanan Jalan Merdeka. Lokasi tersebut semula kerap digunakan PKL untuk jualan.
“Di sisi kanan kan belum ada trotoar, dan lokasi suka dibuat tempat jualan barang barang bekas atau loak, jadi terlihat kumuh,” terang Esti.
Uang yang digelontorkan untuk mendukung langkah tersebut menelan anggaran tidak sedikit. Pemkot Bogor disebut rela mengeluarkan hingga Rp2 miliar.
“Kalau tidak salah sekitar Rp2 miliar sekian. Itu perbaikan dengan anggaran Rp2 M lebih kegiatan di seputar Jalan Merdeka yah,” ungkap Esti.
Tidak hanya dari sisi infrastruktur, Pemerintah Kota Bogor kedepan juga akan turut menata ulang akses lalu lintas di sekitar Jalan Mawar dan Merdeka.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan selama ini pengendara harus muter ketika hendak menuju ke Pasar Merdeka.
Baca Juga: Kebakaran Dapur SPPG Mojokerto Jadi Sorotan, Pengelola MBG di Bogpr Diminta Perkuat Manajemen Risiko
“Jadi dari RSUD kalau mau ke Jembatan Merah tidak perlu belok ke Jalan Mawar, tapi bisa lurus. Ini kami sedang melaksanakan kajiannya,” ujar Dedie.
Dengan begitu, pengendara bisa mempersingkat waktu tempuhnya. Serta dapat membangkitkan kembali roda perekonomian para pedagang.
“Insya allah akan bangkit lagi pelan-pelan dan tertata lagi. Sehingga bisa mempersingkat waktu ke Jembatan Merah, Stasiun Bogor,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin