Cari ASN Hilang di Sungai Cisadane, Wali Kota Bogor Perintahkan Sedimen dan Sampah Diangkat

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:39 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat memantau langsung pencarian ASN diduga hilang di Sungai Cisadane. Foto: Fauzan/Radar Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat memantau langsung pencarian ASN diduga hilang di Sungai Cisadane. Foto: Fauzan/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Upaya pencarian seorang aparatur sipil negara (ASN) yang diduga hilang di Sungai Cisadane, Kota Bogor, masih terus dilakukan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim bahkan turun langsung ke lokasi pencarian ASN hilang di Sungai Cisadane pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Saat berada di sempadan Sungai Cisadane, Dedie meminta Tim SAR Gabungan mengoptimalkan pencarian, salah satunya dengan mengangkat sedimen dan tumpukan sampah yang berada di dasar Sungai Cisadane.

Baca Juga: Tahu Siksa, Jajanan Betawi Langka di Tajurhalang Bogor Masih Diburu, Harganya Mulai Rp13 Ribuan!

Langkah tersebut dilakukan setelah tim menemukan banyak potongan bambu di dalam aliran sungai yang dikhawatirkan dapat menjadi tempat korban tersangkut.

“Tadi katanya banyak potongan bambu di dalam, apabila mungkin tersangkut ada harapan untuk bergerak, situasi dan kondisi kontur di bawahnya,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, kemungkinan korban terbawa arus hingga jauh dari titik diduga jatuh relatif kecil. Pasalnya, aliran Sungai Cisadane menuju hilir memiliki kondisi yang semakin padat, termasuk kawasan Empang dan Pasir Jaya.

Karena itu, pencarian akan terlebih dahulu dimaksimalkan di sekitar lokasi sebelum tim mengubah strategi dan memperluas pencarian ke wilayah hilir.

Baca Juga: Beredar Kabar BLT Kesra Cair Agustus 2026? Ini Faktanya

“Apabila belum juga kita coba bergeser, jadi coba kita maksimalkan dulu di sini, kalau belum kita ubah strategi operasinya di hilir,” jelasnya.

Pencarian Terkendala Arus Bawah

Hingga Minggu, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Proses pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan jarak pandang di dalam air dan kondisi arus bawah sungai yang cukup deras.

“Yang pasti kendalanya itu visibility jarak pandang, meskipun sudah beberapa kali kita lakukan penyelaman, tapi masalahnya tadi terbatas, arus bawahnya juga kencang,” ungkap Dedie.

Di tengah proses pencarian, Dedie meminta masyarakat Kota Bogor turut mendoakan agar korban segera ditemukan. Ia juga meminta keluarga korban tetap bersabar selama tim gabungan melakukan upaya pencarian.

Baca Juga: Pelayanan Adminduk Bogor Libur 17 Agustus, Kembali Buka Selasa 18 Agustus

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, apabila betul saudara Bayu jatuh dan hilang di sini dapat kita segera temui,” katanya.

Selain pencarian di Sungai Cisadane, keluarga korban juga telah menempuh langkah lain dengan membuat laporan kepada kepolisian. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban tidak berada di sekitar aliran sungai.

“Sudah dilakukan pelaporan ke polisi, barangkali ada hal-hal yang terjadi di luar dugaan, jadi beberapa langkah harus dilakukan,” tutur Dedie.

Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), proses pencarian berlangsung selama tujuh hari. Namun, Dedie berharap korban dapat ditemukan secepatnya dan operasi pencarian membuahkan hasil.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor asn sungai cisadane