Hari Keempat, Bayu Hilang di Cisadane Masih Dicari SAR, Begini Pesan Wali Kota Bogor

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim turut meninjau langsung proses pencarian. (Diskominfo)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim turut meninjau langsung proses pencarian. (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Pencarian terhadap Bayu Zulkarnaen (36), pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor yang dilaporkan hilang di Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, masih terus dilakukan.

Memasuki hari keempat, Minggu (16/8/2026), Tim SAR Gabungan belum menemukan keberadaan Bayu. 

Beragam metode pencarian dikerahkan, mulai dari penyisiran aliran sungai hingga penyelaman di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.

Baca Juga: Update Bansos Malam Ini: Cek Saldo PKH BPNT di KKS 4 Bank Penyalur dan Fakta BLT Kesra

Peristiwa ini bermula, pada Kamis (13/8/2026) malam. 

Motor Honda Verza yang biasa digunakan Bayu, ditemukan di ujung jembatan sempadan Sungai Cisadane. 

Kendaraan tersebut dalam kondisi mesin mati, tetapi kontaknya masih menyala.

Sebelumnya, kamera CCTV di sekitar Kantor Kelurahan Cipaku merekam sepeda motor tersebut melintas sekitar pukul 18.52 WIB. 

Motor kemudian terlihat bergerak menuju arah jembatan.

Warga yang lebih dulu melakukan pencarian di sekitar sungai, menemukan helm dan tas milik Bayu mengapung di aliran Cisadane.

SAR Temukan Kendala di Dasar Sungai

Pencarian kemudian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Basarnas, Tagana, PMI, TNI-Polri, organisasi masyarakat, komunitas, serta potensi SAR lainnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim turut meninjau langsung proses pencarian pada Minggu.

Setibanya di lokasi, Dedie menemui putra Bayu yang sejak awal menunggu kabar mengenai keberadaan ayahnya.

Dedie kemudian merangkul dan memberikan penguatan kepada anak tersebut.

Keduanya sempat duduk di tepi sungai, sambil melihat tim SAR menjalankan operasi pencarian.

Dalam evaluasi pencarian, Dedie menyebut kondisi dasar Sungai Cisadane menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi tim.

Baca Juga: 54 Capaska Kota Bogor Dikukuhkan dan Siap Bertugas di HUT RI, Dibagi Dua Pasukan

Sedimentasi dan tumpukan sampah kayu ditemukan menyangkut di bagian palung sungai, termasuk di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor Bayu.

“Kita masih teruskan, agar saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera karena kita sudah masuk hari keempat,” kata Dedie Rachim di lokasi.

Sampah dan Sedimentasi di Palung Jadi Perhatian

Menurut Dedie, upaya pencarian akan terus dimaksimalkan dengan membersihkan sebagian material yang berada di dasar sungai.

Ia meminta, tim SAR Gabungan mengangkat atau menggeser tumpukan sampah dan sedimentasi yang dinilai dapat menghambat proses penyelaman.

“Teman-teman dari penyelam kembali melakukan upaya untuk mengikat bongkahan bambu maupun sampah yang ada di dasar sungai,” ujar Dedie.

Material tersebut nantinya diupayakan dapat digerakkan agar area pencarian di bawah jembatan menjadi lebih terbuka.

Kondisi sungai juga menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam.

Meski permukaan air terlihat relatif tenang, arus di bagian bawah sungai dilaporkan cukup deras. Kondisi tersebut membuat jarak pandang penyelam menjadi terbatas.

Pencarian Diperluas hingga Arah Batutulis

Tim SAR tidak hanya berkonsentrasi di sekitar lokasi awal ditemukannya sepeda motor.

Pada pencarian sebelumnya, tim penyelam dan tim penyisir telah bergerak menyusuri aliran Sungai Cisadane ke arah bawah Stasiun Batutulis.

Untuk memastikan seluruh kemungkinan lokasi telah diperiksa, penyelaman kembali dilakukan di bagian sungai tepat di bawah jembatan.

Pencarian juga dilakukan hingga malam hari. Dedie mengatakan tim tetap bekerja maksimal meski kondisi di lapangan cukup berat.

“Ini menyelam sampai menggigil. Tapi saya pikir kita harus upayakan maksimal selama tujuh hari,” tutur Dedie.

Hingga sekitar pukul 17.00 WIB pada Minggu, keberadaan Bayu belum ditemukan.

Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin dengan memperluas area penyisiran ke sejumlah titik lainnya.

Pemkot Bogor Pastikan Pencarian Terus Dilakukan

Dedie memastikan, Pemerintah Kota Bogor bersama seluruh unsur SAR, TNI, dan Polri akan terus berupaya menemukan Bayu.

Menurutnya, operasi pencarian secara masif dilakukan sesuai prosedur selama tujuh hari.

Hingga hari keempat, pencarian masih belum memberikan hasil.

Namun, seluruh tim diminta tetap menjaga semangat dan mengoptimalkan waktu yang tersisa.

“Kita secara formal, tujuh hari harus kita lakukan operasi secara masif, dan kita sudah lakukan empat hari ini, tetapi sampai dengan sore hari ini belum ada hasil,” kata Dedie Rachim.

Di sisi lain, keluarga Bayu juga telah membuat laporan kepada kepolisian terkait orang hilang.

Baca Juga: Penampilan Baru El Rumi Bikin Pangling, Suami Syifa Hadju Tuai Komentar Warganet

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan keberadaan Bayu melalui jalur resmi.

Dedie berharap, seluruh upaya yang dilakukan membuahkan hasil dan Bayu dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Karena kalau namanya hilang kan harus kita cari,” tegas Wali Kota Bogor tersebut.

Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari kelima, dengan memperluas jangkauan penyisiran Sungai Cisadane serta memaksimalkan pencarian di titik-titik yang masih memungkinkan untuk diperiksa. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor cisadane Dedie A. Rachim