RADAR BOGOR – Pernyataan mengenai peningkatan penghasilan pengemudi ojek online (ojol) hingga tiga kali lipat dinilai belum dirasakan oleh sejumlah driver di Kota Bogor.
Beberapa pengemudi ojol justru mengaku pendapatan mereka masih relatif sama seperti sebelumnya. Mereka menilai kondisi di lapangan belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah pemerintah melakukan intervensi terhadap aplikator.
Salah satunya disampaikan Hendry, driver ojol di Kota Bogor. Ia mengatakan pendapatannya masih berada di kisaran sebelumnya dan belum merasakan kenaikan tarif yang berarti.
“Kenanya masih seperti sebelum-sebelumnya. Belum ada peningkatan, kenaikan harga belum ada. Masih seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Hendry.
Menurutnya, tarif terendah yang diterima saat ini sekitar Rp10.200 untuk jarak empat kilometer. Sementara dalam sehari, pendapatannya berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu.
Namun, angka tersebut merupakan pendapatan kotor. Penghasilan itu masih harus dipotong untuk kebutuhan operasional seperti bahan bakar, makan, dan kuota internet.
“Kalau keluar jam 06.00 sampai 18.00 WIB, bisa sampai Rp250 ribu. Itu kotor, belum dipotong bensin, makan, dan kuota,” ungkap Hendry.
Orderan 15-20 Kali Sehari
Hal serupa disampaikan Ali, pengemudi ojol yang baru menjalani profesi tersebut sekitar enam bulan. Ia mengaku belum melihat perubahan signifikan pada pendapatannya.
“Sama saja, standar, belum ada perubahan. Kalau saya baru enam bulan jadi ojol, jadi belum lama,” kata Ali saat ditemui di Jalan Kapten Muslihat, Minggu (16/8/2026).
Dalam kondisi ramai, Ali mengaku bisa memperoleh sekitar 15 hingga 20 orderan dalam sehari. Namun, jumlah tersebut biasanya didapat setelah bekerja sejak pagi hingga sore.
“Dalam sehari bisa dapat 15 sampai 20 orderan, kalau lagi bagus. Sampai Rp200 ribu, tapi dari pagi sampai sore. Jadi masih sama saja,” ujarnya.
Keterangan para driver tersebut menunjukkan bahwa kondisi pendapatan ojol di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan klaim adanya peningkatan penghasilan hingga tiga kali lipat. Bagi pengemudi, besaran pendapatan tetap sangat bergantung pada jumlah order, tarif perjalanan, serta biaya operasional harian.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga