Jalan Kaki 69 Kilometer ke Cianjur, Siswa Insantama Bogor Ditempa Jadi Generasi Tangguh

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bersama para siswa Insantama, Rabu 19 Agustus 2026. (Diskominfo)
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bersama para siswa Insantama, Rabu 19 Agustus 2026. (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Puluhan siswa Yayasan Insantama memulai perjalanan panjang dari pusat Kota Bogor menuju Kabupaten Cianjur, Rabu 19 Agustus 2026. 

Bukan sekadar berjalan kaki, perjalanan sejauh 69 kilometer itu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepedulian sosial para siswa.

Para siswa dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dari Balai Kota Bogor. 

Baca Juga: Saldo BPNT Tahap 3 Rp600.000 Mulai Cair, KPM Ini Waspada Bisa Batal Menerima

Sebelum perjalanan dimulai, Jenal memberikan pesan agar para peserta tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membawa nilai-nilai yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan.

Long March Jadi Latihan Karakter

Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan long march tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk melatih kedisiplinan, konsistensi, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi persoalan.

Menurutnya, metode pembelajaran di luar ruang seperti yang dilakukan Yayasan Insantama memiliki cara tersendiri dalam membentuk karakter peserta didik.

“Terutama mewujudkan kedisiplinan, konsistensi, tanggung jawab, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada,” ujar Jenal Mutaqin saat melepas para peserta di Balai Kota Bogor, Rabu (19/8/2026).

Ia menilai, kegiatan tersebut mungkin tidak memiliki target akademik secara langsung. 

Namun, perjalanan panjang dan interaksi dengan masyarakat dapat memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh siswa di dalam kelas.

Siswa Diajak Peduli kepada Sesama

Selain melatih ketahanan diri, long march menuju Cianjur juga membawa misi sosial. 

Para siswa nantinya akan melakukan kegiatan bakti sekaligus membantu masyarakat di Desa Cikancana, Kabupaten Cianjur.

Jenal menilai, pengalaman tersebut penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial sejak usia sekolah. 

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya berbicara tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 2026 Kapan Cair? Ini Jawabnya

Ia pun mengingatkan, para siswa agar menjaga semangat selama perjalanan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

“Kuncinya konsisten dan tekun. Tekun dalam belajar, tekun dalam ibadah, tekun dalam hal-hal yang positif, dan tanggung jawab,” pesan Jenal.

Bekal Menuju Generasi Emas 2045

Di hadapan para siswa, Jenal juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan cita-cita Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

Ia berharap para siswa Yayasan Insantama kelak menjadi generasi yang mampu mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan, kesehatan, dunia usaha, maupun profesi lainnya.

Menurut Jenal, Kota Bogor membutuhkan generasi muda yang memiliki kesiapan mental dan karakter kuat untuk melanjutkan pembangunan di masa mendatang.

“Kota Bogor butuh orang-orang seperti kalian. Kota Bogor ke depan, masa kepemimpinannya wali kota, wakil, kepala dinas, dokter, pengusaha, adalah kalian semua,” kata Jenal.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, termasuk membangun mental, mempersiapkan diri, dan berani menghadapi berbagai tantangan.

“Sukses itu butuh persiapan, sukses itu butuh mental, sukses itu butuh proses yang panjang,” sambungnya.

Tempuh 69 Kilometer hingga Cianjur

Perwakilan Yayasan Insantama Cendekia (YCI), Rimun Wibowo, mengatakan para siswa akan menempuh perjalanan sekitar 69 kilometer dari Kota Bogor menuju Desa Cikancana, Kabupaten Cianjur.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Baca Juga: Ekonomi Hijau Jadi Peluang, Anak Muda Bogor Diajak Bergerak

Setibanya di Cianjur, para peserta dijadwalkan melaksanakan kegiatan bakti dan membantu masyarakat setempat.

Dengan perjalanan puluhan kilometer tersebut, para siswa tidak hanya ditantang untuk menjaga stamina, tetapi juga belajar tentang ketekunan, kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab.

Dari Balai Kota Bogor menuju Cianjur, setiap langkah para siswa diharapkan menjadi pengalaman yang membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor Jenal Mutaqin cianjur Insantama