Drama Pajajaran Anyar Bikin Hari Pramuka di Kota Bogor Meriah

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:32 WIB
Drama kolosal "Pajajaran Anyar" warnai apel besar Hari ke-65 Pramuka Kota Bogor.  (Diskominfo)
Drama kolosal "Pajajaran Anyar" warnai apel besar Hari ke-65 Pramuka Kota Bogor. (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Lapangan Sempur, Kota Bogor, kembali dipenuhi semangat dan kreativitas pelajar pada Selasa (18/8/2026). 

Usai Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Bogor, suasana berubah menjadi panggung pertunjukan ketika Pramuka Penggalang SMP Zafirah menampilkan drama kolosal bertajuk “Pajajaran Anyar”.

Pertunjukan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut memadukan drama kolosal, tarian tradisional, serta musik medley.

Baca Juga: AS Roma Kontrak Rodrigo Mora 5 Tahun, Segini Biaya Transfernya

Atraksi ini menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian peserta dan tamu undangan di Lapangan Sempur.

Dua regu dari Gugus Depan Yayasan Nur Insan Zafirah, yakni Cheetah Tracker dan Astrantia Maxima, tampil membawa cerita yang sarat pesan tentang budaya, kebersamaan, dan semangat membangun bangsa.

Drama Kolosal Jadi Wadah Kreativitas Pramuka

Kepala Sekolah SMP Zafirah, Denny Raharja Anwar, mengatakan kegiatan Pramuka tidak hanya berkutat pada aktivitas di lingkungan sekolah.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi di berbagai sektor kehidupan dan ikut mendorong kemajuan Indonesia.

Melalui drama “Pajajaran Anyar”, para anggota Pramuka mencoba menyampaikan pesan tersebut lewat seni dan budaya.

Setiap gerakan dalam pertunjukan menjadi gambaran tentang kedisiplinan, ketekunan, kerja keras, sekaligus kecintaan terhadap Tanah Air.

Denny menilai, pembinaan yang dilakukan melalui kegiatan Pramuka juga dapat menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung.

“Harapannya Pramuka semakin jaya dan berdaya, serta menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas melalui generasi yang unggul,” ujar Denny Raharja Anwar.

Koreografi “Pajajaran Anyar” Penuh Makna

Tak hanya mengandalkan cerita, pertunjukan tersebut juga diperkuat koreografi yang dirancang khusus untuk menggambarkan semangat Hari Pramuka ke-65.

Pelatih Pembina SMP Zafirah, Fadila menjelaskan, setiap rangkaian gerakan dalam drama kolosal itu memiliki pesan tersendiri.

Baca Juga: Hujan Deras, Pohon dan Tiang Listrik Tumbang di Sindangbarang Panorama Bogor

Para peserta tidak hanya diajak tampil di atas panggung, tetapi juga belajar memahami kekayaan budaya yang mereka bawakan.

Salah satu konsep yang terlihat dalam atraksi tersebut adalah formasi melingkar.

Formasi itu menjadi simbol kebersamaan dan menggambarkan pentingnya menjaga hubungan yang berkesinambungan antara Pramuka di sekolah dengan masyarakat.

“Secara keseluruhan koreografi ini melambangkan semangat untuk selalu bersama dan berkesinambungan antara Pramuka sekolah dengan masyarakat, sekaligus belajar mengenal dan melestarikan budaya,” kata Fadila.

Belajar Budaya Sambil Menanamkan Cinta Tanah Air

Bagi para peserta, pertunjukan “Pajajaran Anyar” bukan sekadar hiburan dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka.

Atraksi tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal budaya melalui seni pertunjukan.

Pesan yang dibawa pun cukup kuat: setiap generasi memiliki peran dalam membangun Indonesia dengan kemampuan yang dimiliki.

Fadila menegaskan, semangat tersebut harus terus dipelihara melalui proses belajar dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan.

“Untuk membangun Indonesia dengan apa yang kita bisa, harus terus diusahakan,” ungkap Fadila.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Penyebab SKTP Juli Info GTK Abu-Abu dan Syarat TPG Tetap Cair

Pertunjukan drama kolosal itu pun menjadi penutup yang semarak setelah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Bogor.

Dari lapangan, para pelajar menunjukkan, Pramuka dapat menjadi ruang untuk belajar, berkarya, mengenal budaya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
kota bogor pramuka