RADAR BOGOR - Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Perumahan Taman Yasmin Sektor 6, RW 09, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Tak sekadar menggelar perlombaan, warga mengemas perayaan dengan pesta rakyat yang memadukan olahraga, UMKM, kreativitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian perayaan digelar selama beberapa hari dan melibatkan warga dari sekitar lima RT. Sejumlah kegiatan bahkan sudah dimulai sejak 8 Agustus 2026 melalui turnamen catur, dilanjutkan tenis meja pada 9 Agustus dan mini soccer pada 15 Agustus.
Memasuki hari menjelang puncak perayaan, warga mengikuti jalan sehat bersama yang dikemas dengan suasana santai dan fun games berhadiah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bazar UMKM serta berbagai perlombaan tradisional khas perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Jalan Cifor Disiapkan Jadi Jalur Alternatif ke IPB, Camat Bogor Barat Sebut Bisa Urai Macet Dramaga
Puncaknya berlangsung pada 17 Agustus 2026. Warga disuguhi panggung utama, senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba menghias tumpeng, bazar UMKM, hingga servis motor gratis dari sponsor. Berbagai hadiah dan doorprize juga disiapkan untuk menambah kemeriahan pesta rakyat.
Konsep tersebut merupakan kelanjutan dari perayaan tahun sebelumnya. Namun, tahun ini keterlibatan warga semakin besar, terutama dari kalangan anak muda yang mendapat ruang untuk mengembangkan kreativitas.
Ketua Panitia Al Zaidan Kaffa Putra Sujana mengatakan pesta rakyat sengaja dikemas dengan beragam aktivitas agar seluruh lapisan warga bisa terlibat.
Tak hanya meriah, perayaan tahun ini juga membawa pesan kepedulian lingkungan. Warga menggelar lomba kreativitas dengan memanfaatkan barang bekas menjadi berbagai karya bernilai guna.
Mulai dari botol plastik yang disulap menjadi pot bunga, kain perca menjadi taplak meja, ban bekas menjadi meja kecil, hingga tong bekas yang diubah menjadi meja dan dilapisi kaca.
Total terdapat empat karya yang dinilai langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Penilaian dilakukan terhadap kreativitas warga dalam mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Semangat kreativitas juga terlihat dari lomba menghias tumpeng. Lima tumpeng yang dibuat warga menjadi representasi dari masing-masing RT yang ikut memeriahkan rangkaian HUT RI.
Di sisi lain, pesta rakyat juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi warga. Tahun ini, jumlah pelaku UMKM yang terlibat meningkat dari 36 menjadi 40 UMKM.
Bazar digelar selama dua hari dengan lebih dari 120 jenis produk yang ditawarkan. Seluruhnya merupakan produk warga internal perumahan, mulai dari makanan hingga berbagai produk usaha rumahan.
Sementara itu, Ketua RW 09, Prof. Muhammad Nur Aidi, menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar berorganisasi dan berkreasi.
Menurutnya, generasi muda sengaja diberikan ruang lebih luas untuk menginisiasi kegiatan. Para warga senior lebih banyak berperan memberikan arahan dan masukan.
“Kaum muda itu sangat kreatif. Kami memberikan kesempatan, lalu memberikan masukan seperlunya. Hasilnya kegiatan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Prof. Muhammad Nur Aidi yang baru menjabat sebagai Ketua RW 09 tahun ini mengatakan, salah satu tantangan kepemimpinannya adalah menyatukan warga yang memiliki latar belakang beragam.
Menurutnya, warga di lingkungan tersebut berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, mulai dari akademisi hingga masyarakat umum. Kondisi itu membuat kekompakan tidak selalu mudah dibangun.
Namun, ia menilai warga RW 09 memiliki modal utama berupa kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Warga di sini sebenarnya sangat kompak. Kadang memang perlu di-toel sedikit supaya bergerak bersama,” katanya.
Selain mempererat kebersamaan, keberadaan bazar UMKM dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi momentum sesaat. Para pelaku UMKM didorong untuk semakin percaya diri mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.
Sebab, saat ini sebagian pelaku usaha masih mengandalkan sistem pre-order atau pesanan melalui grup WhatsApp warga yang beranggotakan sekitar 164 orang.
Ke depan, pengurus RW berharap para pelaku UMKM mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan, memperluas pasar, serta mulai melengkapi produk kuliner dengan sertifikasi halal.
Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan, warga berhasil menghimpun iuran sekitar Rp25 juta. Sementara kebutuhan anggaran keseluruhan sejak awal kegiatan hingga puncak perayaan mencapai sekitar Rp40 juta.
Kekurangan anggaran tersebut ditutup melalui dukungan sponsor. Sejumlah pihak turut mendukung kegiatan, di antaranya AZKO Yasmin, RS EMC Sentul, FIF Group & Honda Bintang Motor, Gesindo dan Toko Zoom.
Kemudian, Hachi Grill, Pegadaian, Azarine, Bank Mandiri, hingga English 1.
Dengan konsep tersebut, perayaan HUT ke-81 RI di Taman Yasmin Sektor 6 bukan hanya menjadi ajang hiburan. Pesta rakyat sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan warga, memberi panggung kepada generasi muda, menggerakkan UMKM, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.(ded)