Cegah Konflik Sosial, Bakesbangpol Kota Bogor Siapkan SIPEKA untuk Jaga Iklim Investasi

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh saat memberikan keterangan soal jumlah ormas di Kota Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh saat memberikan keterangan soal jumlah ormas di Kota Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor menyiapkan Sistem Pemetaan Kerawanan (SIPEKA) untuk mendeteksi potensi konflik di wilayah.

Sistem tersebut ditujukan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, mengatakan SIPEKA disiapkan karena laporan mengenai potensi konflik selama ini masih banyak disampaikan secara manual.

Melalui sistem digital tersebut, informasi dari lapangan akan terdokumentasi dan terintegrasi sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.

“Data yang terdokumentasi dan terintegrasi ini nantinya akan menjadi bahan pengambilan keputusan berbasis data bagi pemangku kepentingan, baik Pak Wali Kota maupun perangkat daerah di Kota Bogor,” kata Hidayatulloh, Kamis 20 Agustus 2026.

Menurutnya, SIPEKA akan membantu pemerintah memetakan kondisi setiap wilayah dan menentukan program yang sesuai dengan persoalan serta aspirasi masyarakat.

Baca Juga: 319 Ormas Terdata di Kota Bogor, Kesbangpol Temukan Banyak yang tak Lagi Beraktivitas 

Informasi yang masuk juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.

Hidayatulloh menjelaskan, sistem tersebut akan memantau berbagai potensi kerawanan, mulai dari konflik sosial, ekonomi hingga agama.

Pada tahap awal, laporan akan dihimpun dari Ketua RT/RW, kader kewilayahan seperti FKDM dan PKK, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Laporan dari lapangan nantinya masuk ke dalam dashboard Forkopimda Kota Bogor.

Data tersebut dapat digunakan untuk melihat isu yang berkembang di suatu wilayah secara lebih cepat dan menjadi bahan koordinasi antarinstansi.

Hidayatulloh menilai stabilitas wilayah memiliki kaitan dengan iklim investasi di Kota Bogor.

Menurutnya, kondisi kota yang aman dan tertib diperlukan agar investor memiliki kepercayaan untuk menanamkan modal dan membuka lapangan kerja.

“Visi memajukan Kota Bogor tidak akan bisa terwujud kalau masih terjadi konflik, orang tidak akan mau berinvestasi kalau kondisinya tidak aman. Makanya stabilitas ini harus kita jaga,” ujarnya.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Kembali Cair Lewat KKS BNI, Kali Ini Giliran Daerah-daerah Ini

Ia berharap SIPEKA dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini daerah. Dengan pemetaan yang lebih cepat, pemerintah dapat menentukan langkah mitigasi dan menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kalaupun nanti ada yang ingin tahu, di wilayah Kecamatan Tanah Sareal sedang ada isu apa hari ini, kita bisa sajikan informasinya secara real-time dalam bentuk data-data statistik,” kata Hidayatulloh.

Melalui sistem tersebut, Bakesbangpol berharap potensi persoalan dapat diketahui lebih awal.

Pemerintah kemudian dapat melakukan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas Kota Bogor. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor konflik Bakesbangpol