Dari Vihara, Masjid hingga Gereja, Ratusan Peserta Ikuti Parade Toleransi Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:03 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada pembukaan Parade Toleransi Kota Bogor 2026. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada pembukaan Parade Toleransi Kota Bogor 2026. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Sebanyak 238 peserta mengikuti Parade Toleransi Kota Bogor 2026, Sabtu, 22 Agustus 2026, Kegiatan ini mempertemukan masyarakat, tokoh lintas agama, komunitas, serta anak muda untuk merayakan keberagaman.

Parade dimulai dari kawasan Lawang Suryakencana. Peserta kemudian berjalan menuju sejumlah rumah ibadah, mulai dari vihara, masjid hingga gereja, dengan titik akhir di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi, Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Selatan.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenal dan berbaur dengan masyarakat dari latar belakang agama yang berbeda. Menurutnya, toleransi perlu diwujudkan melalui interaksi langsung antarmasyarakat.

"Karena yang namanya toleransi itu memang nggak bisa diomongin saja. Tapi bagaimana kita mengenal satu sama lain, berbaur, bertegur sapa," ujar Dedie.

Dedie menilai kegiatan lintas agama dapat membantu menjaga persaudaraan dan persatuan di Kota Bogor. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi contoh dalam menjaga hubungan antarmasyarakat di tengah keberagaman.

Baca Juga: Gempa Susulan di NTT Tak Kunjung Usai, Warga Manggarai Mulai Kehabisan Logistik

"Jadi intinya ya, kita saling mengenal, saling menjaga silaturahmi, dan kemudian membangun sebuah kekuatan untuk bisa membuat negara ini kondusif. Nah, makanya kita contohkan dari Bogor untuk Indonesia," ucapnya.

Pemkot Bogor, lanjut Dedie, akan terus mendukung kegiatan yang dapat memperkuat toleransi dan silaturahmi masyarakat dan berharap kebersamaan tersebut dapat terus dijaga secara berkelanjutan.

"Jadi itu pesan dari Bogor untuk Indonesia, perkuat silaturahmi agar kita tetap guyub, yang nantinya akan menopang negara kita yang adil, makmur, sejahtera," ujarnya.

Perwakilan penyelenggara, Michael Sebastian Prihatono, mengatakan Parade Toleransi 2026 merupakan rangkaian kegiatan yang digelar selama dua hari, sebelum parade, peserta mengikuti kegiatan bersih-bersih.

"Ini hari kedua, yang pertamanya bersih-bersih kemarin, sekarang acara kedua parade toleransi dan kita mau, parade toleransi ini akan terus dilaksanakan tiap tahun, biar ini menjadi sebuah acara untuk kami merayakan perbedaan," katanya.

Michael berharap Parade Toleransi dapat menjadi agenda tahunan di Kota Bogor,  ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

"Semoga apa yang dilaksanakan di Kota Bogor untuk Jawa Barat dan Indonesia bisa sama-sama terus dijaga dalam merawat toleransi dan memperkuat kebersamaan dalam keberagaman," tutup Michael. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor toleransi parade