4 Klub Padel Bogor Bersatu pada Merdeka Rally Cup 2026, Rayakan HUT ke-81 RI

Dede Supriadi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:12 WIB
Peserta Merdeka Rally Cup 2026 berfoto bersama usai mengikuti turnamen kolaborasi empat klub padel di Mio Padel Court, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Dede Supriadi/Radar Bogor)
Peserta Merdeka Rally Cup 2026 berfoto bersama usai mengikuti turnamen kolaborasi empat klub padel di Mio Padel Court, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Dede Supriadi/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Semangat kemerdekaan tak hanya berkobar lewat upacara dan perlombaan tradisional. Di lapangan padel, empat komunitas di Bogor memilih merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menyatukan raket, semangat dan persahabatan dalam Merdeka Rally Cup 2026.

Turnamen perdana itu mempertemukan para anggota dari empat klub padel di Mio Padel Court, Jalan Sukaraja, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Empat klub yang terlibat yakni Sister’s Padel, VHJ Padel Bogor, Racket Addict dan Padel Shantay. Mereka mengusung semangat “4 Club for One Nation, One Court, One Spirit”, sebagai simbol kolaborasi komunitas untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Koordinator Turnamen Merdeka Rally Cup 2026, Grenida Gree, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi event perdana hasil kolaborasi empat klub. Selain menyemarakkan peringatan kemerdekaan, turnamen juga menjadi wadah bagi para pemain untuk mengasah kemampuan.

Baca Juga: Kecelakaan di Bantarkemang Bogor, Toyota Calya Tabrak Motor hingga 3 Orang Luka

“Ini merupakan event perdana hasil kolaborasi empat klub untuk memeriahkan Kemerdekaan ke-81 RI, kami ingin memberikan reward atas antusiasme para member yang rutin bermain di klub kami,” kata Grenida.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu. Namun, dana tersebut dikembalikan dalam bentuk berbagai fasilitas pertandingan, goodie bag hingga hadiah pendukung.

Merdeka Rally Cup menggunakan format pertandingan ganda atau double, dengan mempertandingkan kategori double women dan double men. Kategori perempuan dibagi berdasarkan level kemampuan, yakni Newbie Lower Beginner dan Upper Beginner. Sementara kategori laki-laki mempertandingkan kelas Lower Bronze/Bronze.

“Format pertandingan dimainkan secara double yang mencakup kategori double women dan double men. Setiap kategori diikuti 12 pasangan sehingga totalnya ada 24 pemain,” jelasnya.

Namun, turnamen ini tak sekadar berburu podium. Empat komunitas tersebut juga ingin menjadikan ajang ini sebagai ruang mempererat hubungan antarklub sekaligus membuka jalan bagi munculnya bibit-bibit baru di olahraga padel.

Grenida menilai perkembangan komunitas padel di Bogor memiliki potensi yang besar. Karena itu, empat klub berkomitmen terus mendorong lahirnya pemain-pemain potensial secara berkelanjutan.

“Kami ingin melahirkan pemain-pemain baru secara berkelanjutan. Dari empat klub ini, kami bahkan siap menantang dan menyuplai pemain-pemain berbakat untuk ajang Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat ke depannya,” tegasnya.

Menariknya, persiapan turnamen ini hanya dilakukan sekitar sepekan. Meski demikian, kolaborasi perwakilan dari masing-masing klub membuat seluruh rangkaian pertandingan dapat terlaksana.

Perwakilan yang terlibat dalam kepanitiaan di antaranya Yeni dari VHJ Padel Bogor, Gonik dan Uwi dari Sister’s Padel, Tusi dan Vero dari Racket Addict, serta Dian dan Wini dari Padel Shantay.

“Usai pertandingan ini tentunya kami akan melakukan evaluasi untuk menghadirkan kompetisi yang lebih besar di masa mendatang,” ungkap Grenida.

Sementara itu, persaingan sengit tersaji dalam kategori women. Pasangan Ice Miranda dan Novalina akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan yang ketat.

Ice mengaku senang bisa mengikuti turnamen tersebut. Baginya, Merdeka Rally Cup menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus menghadapi persaingan dengan pemain dari komunitas lain.

“Strateginya harus ekstra sabar. Waktunya ada peluang cari poin, ya kita cari poin. Kendala signifikan tidak ada, hanya tadi di lapangan agak silau sedikit karena pantulan kaca, tapi tidak terlalu mengganggu,” ujarnya.

Posisi kedua diraih pasangan Fenny dan Lasti. Keduanya berhasil menembus partai final meski hanya sempat menjalani satu kali latihan bersama sebelum turnamen dan baru pertama kali dipasangkan secara resmi.

“Kami latihannya cuma sekali dan ini pertama kali fix partner. Kuncinya dari babak penyisihan harus tenang, sabar dan saling komunikasi. Pas masuk final, kita jalanin saja tanpa beban harus juara satu. Hasil ini sudah luar biasa,” tutur Fenny.

Sementara posisi ketiga ditempati Fitri dan Ajeng. Pasangan ini harus melakoni sekitar tujuh hingga delapan pertandingan sejak fase penyisihan untuk mengamankan tempat di podium.

Komunikasi dan saling memberi dukungan menjadi kunci mereka menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.

“Kami berusaha tetap kompak, komunikasi dan tenang walau ada rasa grogi. Ketika partner nervous, kita saling menyemangati dan cover di lapangan. Lawan terberat memang para finalis, juara satu dan dua,” pungkasnya. (ded)

Editor : Eka Rahmawati
Merdeka Rally Cup bogor padel