Rencana Revitalisasi Stasiun Bogor Masuk Babak Baru, MoU Diteken 25 Agustus

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:23 WIB
Pantauan kondisi KRL di Stasiun Bogor. (Foto : Fikri/Radar Bogor)
Pantauan kondisi KRL di Stasiun Bogor. (Foto : Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Rencana revitalisasi Stasiun Bogor masuk babak baru. Pemkot dan PT KAI dijadwalkan bakal meneken MOU pada 25 Agustus 2026 mendatang. 

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan langkah tersebut bagian dari tindak lanjut pertemuannya dengan Direktur PT KAI Bobby Rasyidin beberapa waktu lalu.

“Kami akan laksanakan MoU dalam waktu dekat. Kalau tidak salah di tanggal 25 terkait dengan beberapa hal,” jelas Dedie pada awak media.

Dedie menjelaskan Pemkot dan PT KAI bersepakat untuk melakukan penataan ulang di wilayah sekitar Stasiun Bogor. Hal ini didasari beberapa hal.

Stasiun Bogor disebut Dedie salah satu yang paling sibuk di Indonesia. Dalam sehari aktivitas naik turun penumpang di lokasi ini mencapai ratusan ribu

“Bahkan yang sebelum-sebelumnya weekand itu tingkat jumlah penumpangny menurun, tapi justru trandnya sekarang meningkat,” jelas Dedie.

Baca Juga: Upah Pungut Pajak Kabupaten Disorot KPK, Sekda Ungkap Ada Hak Bupati dan Wakil Bupati

Aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bogor pernah mencapai 150 orang dalam sehari. Sehingga langkah revitasasi ini jadi kebutuhan mendesak. 

“Artinya ini Bogor menjadi sebuah point penting untuk penataan bagaimana stasiun kereta api itu dibangun sesuai dengan perkembangan zaman,“ terang Dedie.

Konsep revitalisasi Stasiun Bogor ini tidak akan mengubah bangunan asalnya. Pemerintah akan menambah fasilitas publik yang diintergarikan dengan area milik Pemkot. 

Tidak hanya itu, Dedie membocorkan PT KAI juga akan turut mengaktivasi KRL jalur Bogor hingga ke kawasan Lido Cigombong Kabupaten Bogor. 

“Itu kan harus kita mulai menyiapkan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya. Kemudian nanti di area BNR juga akan ada stopletnya,” beber Dedie.

Aktivasi KRL ke Lido itu menjadi penting. Masyarakat dari Bogor Selatan ataupun dari wilayah Kabupaten Bogor tidak bisa langsung naik KRL saat hendak ke Jakarta

“Tidak perlu naik penumpang umum, sampai ke alun-alun. Tapi cukup naik langsung dari Lido, dari Cigombong, kemudian dari Maseng, Ciomas Rancamaya, kemudian Batutulis , BNR sampai dengan Stasiun Paledang,” jelasnya.

Baca Juga: Kereta Api Bogor Barat Disiapkan, Parung Panjang-Jasinga Jadi Trase yang Direkomendasikan

Semua proyek itu disebut Dedie bakal disokong langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta keterlibatan pihak swasta.

“Iya dananya dari APBN Kementerian Parhubungan ataupun dari sumbers-sumber investasi lainnya. Ini bagian dari upaya yang endingnya untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya (bay)

Editor : Yosep Awaludin
revitalisasi pt kai stasiun bogor