RADAR BOGOR – Seorang nenek berusia 61 tahun meninggal dunia setelah mengalami kondisi lemas saat antre beras di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin 24 Agustus 2026.
Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, membenarkan peristiwa seorang nenek meninggal dunia saat antre beras.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, nenek tersebut awalnya merasa lemas sekitar pukul 08.55 WIB ketika berada di lokasi pengambilan bantuan beras.
Petugas kemudian membawa korban ke dalam kantor Kelurahan Menteng untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, beberapa saat kemudian kondisi korban memburuk hingga tidak sadarkan diri.
"Korban awalnya mengeluhkan lemas. Setelah itu dibawa ke kantor kelurahan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena beberapa menit kemudian tidak sadarkan diri, korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor," kata Dudi.
Setibanya di RSUD Kota Bogor, korban langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: ETLE Kabupaten Bogor Bertambah 3 Titik, Ini Lokasi Kamera Tilang Elektronik Terbaru
"Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, dokter menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia. Sebelumnya, korban memang sedang mengantre untuk mengambil bantuan pangan berupa beras," jelasnya.
Dudi menyebutkan, berdasarkan informasi dari warga dan pihak terkait, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dalam.
Selama ini, korban juga rutin menjalani pemeriksaan atau kontrol kesehatan di RSUD Kota Bogor setiap bulan.
"Informasi yang kami terima, korban memang sedang dalam kondisi sakit dan memiliki penyakit dalam. Yang bersangkutan juga masih rutin menjalani kontrol atau pengobatan jalan di RSUD Kota Bogor setiap bulannya," ungkap Dudi.
Biasanya, pengambilan bantuan pangan yang menjadi hak korban diwakilkan kepada pengurus RT setempat.
Namun, pada penyaluran bantuan kali ini, korban memilih datang langsung ke lokasi untuk mengambil bantuan tersebut.
"Selama ini biasanya pengambilan bantuan diwakilkan kepada pengurus RT. Tetapi hari ini korban memilih mengambilnya sendiri dan datang dengan ditemani oleh saudaranya," pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin