Program ODF Digenjot, 59 Kelurahan di Kota Bogor Masih Jadi Perhatian

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:07 WIB
Kepakal Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Erna Nuraena menyampaikan soal status ODF.
Kepakal Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Erna Nuraena menyampaikan soal status ODF.

RADAR BOGOR - Program ODF terus digenjot di Kota Bogor. Meski statusnya sudah 100 persen namun upaya mempertahankannya masih menemui kendala.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, penguatan program ODF dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta memiliki sarana sanitasi yang layak.

“Status ODF perlu dijaga secara konsisten melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan kualitas sarana sanitasi rumah tangga, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah wilayah, dan masyarakat,” kata Erna.

Hingga Mei 2026, dari target 35.884 rumah yang sebelumnya masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS) tertutup, sebanyak 16.975 rumah atau 47,3 persen telah ditangani.

Sementara, masih terdapat 18.909 rumah atau 20.815 kepala keluarga yang belum memiliki septic tank. Rumah-rumah tersebut tersebar di 59 kelurahan di Kota Bogor.

“Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, terukur, dan berbasis data,” ujarnya.

Baca Juga: Demo 27 Agustus Ramai di Medsos, Polisi Minta Warga Bogor Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Erna menuturkan, penguatan ODF dilakukan melalui penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Mulai dari stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengamanan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Pemutakhiran data STBM dilakukan setiap tahun melalui Aplikasi Rasajaga, khususnya untuk memantau pilar pertama.

Selain itu, tenaga sanitasi lingkungan puskesmas bersama kelurahan dan kader juga melakukan surveilans lapangan serta pemicuan STBM di seluruh kelurahan.

Sejumlah wilayah telah menunjukkan hasil positif dalam penuntasan BABS. Tercatat sembilan kelurahan telah menuntaskan persoalan tersebut, yakni Rancamaya, Pabaton, Bojongkerta, Tajur, Cibadak, Bondongan, Kayumanis, Kencana, dan Mekarwangi.

Di sisi lain, program ODF juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinkes bekerja sama dengan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Perumda Tirta Pakuan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat.

“Fokus upaya yang terus diperkuat meliputi mempertahankan status 100 persen ODF di seluruh wilayah Kota Bogor dan menuntaskan rumah tangga yang masih BABS tertutup atau belum memiliki septic tank,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor dinas kesehatan odf