Kota Bogor Jadi Panggung Komunikasi Pembangunan Dunia

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:46 WIB
Forkapi audiensi dengan Wali Kota Bogor dan beriap gelar konferensi internasional komunikasi pembangunan pada September 2026.
Forkapi audiensi dengan Wali Kota Bogor dan beriap gelar konferensi internasional komunikasi pembangunan pada September 2026.

RADAR BOGOR - Kota Bogor bersiap menjadi ruang pertemuan akademisi dan praktisi dari sejumlah negara dalam konferensi internasional, yang membahas peran komunikasi pembangunan. 

Rencana tersebut, mengemuka saat Federasi Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor, Selasa (25/8/2026).

Dalam audiensi itu, Ketua Umum FORKAPI, David Rizar Nugroho memaparkan agenda konferensi internasional yang akan digelar bersama ADCEP Filipina pada 8–10 September 2026 di Kota Bogor.

Puluhan Peneliti dari Sejumlah Negara Akan Hadir

David mengatakan, konferensi tersebut akan diikuti sekitar 50 peserta dari Filipina, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya. 

Para peserta akan mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan mengenai Communication for Development atau komunikasi pembangunan.

Baca Juga: BRI Dukung PMI Tumbuh, Perkuat Pemberadayaan Ekosistem Diaspora di Taiwan

Menurut David, forum internasional ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran hasil riset. 

Pertemuan tersebut juga diharapkan, membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan komunikasi sebagai bagian penting dari proses pembangunan dan perubahan sosial.

Pemilihan Kota Bogor sebagai lokasi konferensi, lanjut David, memiliki makna strategis. 

Bogor dinilai, memiliki posisi yang kuat sebagai kota pendidikan dan riset sekaligus ruang yang potensial untuk mempertemukan berbagai pemikiran mengenai isu pembangunan.

Pemkot Bogor Siap Sambut Peserta Konferensi

Rencana konferensi tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. 

Pemerintah Kota Bogor menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan agenda internasional tersebut.

Dedie mengatakan, kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi kesempatan bagi Kota Bogor untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring internasional.

“Kami menyambut baik dan siap ikut menyambut para peserta konferensi internasional di Balai Kota Bogor. Ini kehormatan bagi Kota Bogor dan menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi kota kepada dunia,” kata Dedie A. Rachim.

Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi bagian penting agar konferensi tidak hanya menghasilkan diskusi akademik, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi Kota Bogor.

Universitas Pakuan Jadi Lokasi Hari Kedua

Selain Balai Kota Bogor, rangkaian konferensi internasional tersebut juga akan berlangsung di lingkungan Universitas Pakuan (Unpak).

Dekan FISIB Universitas Pakuan, Muslim, menyampaikan bahwa pihak kampus siap menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi pada hari kedua.

Baca Juga: Bentrokan Pelajar di Jonggol Bogor, 1 Meninggal Usai Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurut Muslim, keterlibatan Universitas Pakuan memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk berinteraksi langsung dengan peneliti dan akademisi dari berbagai negara.

“Kami di Unpak siap menjadi tuan rumah pelaksanaan hari kedua konferensi. Ini juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berjejaring dengan peneliti dari luar negeri,” ujar Muslim.

Kehadiran peneliti internasional di lingkungan kampus diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru, baik dalam bidang penelitian, pendidikan maupun pengembangan jejaring akademik.

Dorong Kolaborasi Komunikasi untuk Perubahan Sosial

Konferensi internasional yang digagas FORKAPI dan ADCEP Filipina ini pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada pertukaran hasil penelitian.

FORKAPI ingin menjadikan forum tersebut sebagai titik temu antara akademisi, praktisi, dan pemerintah untuk membahas bagaimana komunikasi pembangunan dapat digunakan secara lebih efektif dalam mendorong perubahan sosial.

Baca Juga: Kasus PMB Jadi Alarm, Perguruan Tinggi Perlu Perkuat Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud

Dengan hadirnya peserta dari sejumlah negara, Kota Bogor pun berpeluang mengambil peran lebih luas sebagai salah satu ruang diskusi internasional mengenai komunikasi pembangunan. 

Agenda 8–10 September 2026 mendatang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Bogor sebagai kota pendidikan, riset, dan kolaborasi pembangunan. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
David Rizar Nugroho kota bogor FORKAPI Dedie A. Rachim