Jalan R3 Kota Bogor Dikebut, Target Tuntas 2028 dan Dipakai 2029

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:18 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengecek proyek R3.  (Diskominfo)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengecek proyek R3. (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Upaya Pemerintah Kota Bogor, mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota terus dilakukan.

Salah satu proyek yang disiapkan menjadi jalur alternatif, penyelesaian Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Jalan R3 dirancang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan kawasan Bogor Timur hingga Bogor Selatan.

Proyek ini, menjadi bagian dari realisasi misi Bogor Lancar dalam visi pembangunan Bogor Beres, Bogor Maju.

Baca Juga: TPG Juli Masih Cair Bertahap, Cek Faktanya Soal Isu Naik 700 Persen

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pembangunan R3 tidak sekadar berorientasi pada penyediaan ruas jalan baru.

Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk membuka akses kawasan sekaligus mendorong pengembangan wilayah secara lebih merata.

Jalan R3 Bogor Akan Dilengkapi Pedestrian

Dedie menyebut pembangunan R3 nantinya akan dilengkapi pedestrian.

Menurut dia, fasilitas pendukung tersebut penting agar pembangunan kawasan di sepanjang jalur R3 tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

“Ini bagian dari pengembangan wilayah Timur Bogor. Jadi nanti penanganannya harus sama. Tidak bisa di Bogor Barat ada pedestrian, sementara di sini tidak. Pembangunannya harus satu paket dan dilakukan secara bertahap,” ujar Dedie Rachim, Selasa (25/8/2026).

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor membangun konektivitas yang lebih terintegrasi.

Dengan begitu, keberadaan R3 diharapkan tidak hanya memperlancar pergerakan kendaraan, tetapi juga membuka potensi baru di kawasan yang dilintasinya.

Pembangunan R3 Berlanjut ke Segmen Katulampa-Wangun

Saat ini, pembangunan Jalan R3 tengah berjalan pada segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan.

Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan akan diteruskan dengan jembatan dan ruas jalan lanjutan sepanjang sekitar 1,7 kilometer.

Baca Juga: 5 Bansos Cair Beruntun! Saldo KKS Bisa Tembus Jutaan Rupiah, Cek Disini

Ruas lanjutan tersebut akan mengarah ke kawasan Sindangrasa, Sindangsari hingga Wangun.

Bagi Pemkot Bogor, penyelesaian jalur ini menjadi penting karena R3 diproyeksikan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.

Dedie menegaskan, pembangunan perlu dilakukan secara bertahap agar penyelesaian jalur strategis tersebut tidak terus tertunda.

“Kalau tidak kita cicil, persoalannya pasti akan semakin lama. Ke depan, jalur ini menjadi salah satu alternatif untuk memecah kemacetan di pusat Kota Bogor,” kata Dedie.

R3 Ditargetkan Tuntas Akhir 2028

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan, penyelesaian keseluruhan trase R3 dilakukan melalui beberapa tahapan.

Untuk saat ini, pekerjaan diarahkan hingga mencapai tepi Sungai Katulampa Bendungan.

Selanjutnya, proses pembebasan lahan ditargetkan berlangsung pada 2027, kemudian pembangunan fisik dilaksanakan pada 2028.

“Segmen sampai tepi Sungai Katulampa Bendungan sedang dikerjakan. Tahap berikutnya pada 2027 dilakukan pembebasan lahan, kemudian 2028 konstruksi. Insyaallah pada 2029 sudah bisa digunakan,” ujar Juniarti Estiningsih.

Target tersebut, menjadi bagian dari rencana jangka menengah Pemkot Bogor untuk memastikan seluruh trase R3 dapat tersambung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Jalan, Ada Dampak Ekonomi untuk Warga

Jika seluruh trase R3 selesai dan tersambung, dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan pengguna jalan.

Akses menuju kawasan permukiman juga akan semakin terbuka sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berpotensi tumbuh mengikuti perkembangan kawasan.

Baca Juga: Kota Bogor Jadi Panggung Komunikasi Pembangunan Dunia

Dedie mengatakan, keberadaan jalan baru juga dapat meningkatkan nilai kawasan di sekitar trase.

Selain itu, akses transportasi publik berpeluang dikembangkan untuk mendukung mobilitas warga.

“Warga sekitar nantinya memiliki hunian di tepi jalan. Nilainya tentu akan meningkat ketika jalan sudah tersedia. Fasilitas masyarakat juga dapat berkembang, termasuk transportasi massal seperti Biskita dan lainnya,” tutur Dedie.

Pada akhirnya, Pemkot Bogor menempatkan Jalan R3 sebagai salah satu bagian penting dalam membangun konektivitas antarkawasan.

Ketika jalur tersebut tersambung hingga Wangun, arus kendaraan diharapkan memiliki alternatif sehingga tekanan lalu lintas di pusat kota dapat berkurang.

Penyelesaian R3 pun diharapkan, menjadi salah satu langkah nyata mewujudkan Bogor Lancar, sekaligus menerjemahkan visi Bogor Beres, Bogor Maju ke dalam pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Regional Ring Road bogor R3 Dedie A. Rachim