RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus memperkuat penanganan HIV dengan memperluas akses layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Langkah tersebut dilakukan Dinkes Kota Bogor untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan layanan HIV dapat lebih mudah memperoleh pemeriksaan, pengobatan, sekaligus pendampingan secara berkelanjutan.
Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena, mengatakan penguatan layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penanganan HIV di Kota Bogor.
Baca Juga: TPP 13 Cair di Riau, Akankah Daerah Lain dan TPG Guru Menyusul? Cek Infonya
Saat ini, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Bogor telah mampu menyediakan layanan tes serta diagnosis HIV.
Sementara layanan PDP telah tersedia di seluruh puskesmas, sembilan rumah sakit, dan tujuh klinik.
Perluasan jejaring tersebut diharapkan semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mengurangi berbagai hambatan dalam memperoleh pengobatan.
Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Jadi Copet di Tengah Pestapora, Begini Kisah Film Operasi Pesta Copet
“Dengan semakin luasnya ketersediaan layanan HIV, masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan tes HIV dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” ujar Erna.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, sebanyak 3.040 ODHIV telah ditemukan dan masih hidup. Jumlah tersebut mencapai sekitar 67 persen dari estimasi ODHIV di Kota Bogor.
Dari angka tersebut, sebanyak 2.544 orang atau 84 persen telah menjalani perawatan dan terapi antiretroviral (ART). Sementara 1.226 orang atau 48 persen telah mencapai kondisi viral load tersupresi.
Baca Juga: Bansos BPNT Rp600 Ribu Masih Cair di KKS BNI Sejumlah Daerah, Cek Saldo Anda
Capaian tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan yang perlu diperkuat, khususnya dalam memastikan pasien dapat menjalani terapi secara konsisten hingga mencapai supresi viral load.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Kota Bogor dalam mengejar target Triple 95, yakni 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka yang mengetahui status mendapatkan pengobatan ART, serta 95 persen pasien yang menjalani ART mencapai viral load tersupresi.
255 Kasus HIV Baru Ditemukan
Di tengah penguatan layanan, kasus baru masih ditemukan di Kota Bogor. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 255 kasus HIV baru dan 83 kasus AIDS.
Baca Juga: Kenapa TPG Juli 2026 Belum Cair Meski SKTP Terbit 3 Agustus? Simak Penjelasannya
Erna menjelaskan, rehabilitasi medis tidak hanya berkaitan dengan pemberian obat. Edukasi, pendampingan, kepatuhan menjalani terapi, serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi juga menjadi bagian penting dalam penanganan HIV.
Dinkes Kota Bogor pun mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, keluarga, institusi pendidikan, hingga elemen masyarakat lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ODHIV mendapatkan dukungan yang memadai selama menjalani pengobatan.
“Penanggulangan HIV merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi,” pungkas Erna.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga