RADAR BOGOR – RS Melania Bogor kembali menjalani survei akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada 19–21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi penerapan standar pelayanan sekaligus upaya RS Melania Bogor memperkuat mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Survei berlangsung selama tiga hari. Tahap awal dilakukan melalui pemeriksaan dokumen RS Melania Bogor secara daring pada 19 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan telusur lapangan pada 20–21 Agustus 2026.
Baca Juga: REDMI 17 Resmi Dijual di Indonesia: Harga Mulai Rp2.899.000, Baterai 7.500mAh dan Garansi 36 Bulan
Dalam proses tersebut, surveyor KARS melakukan penilaian terhadap penerapan kebijakan, prosedur, hingga standar pelayanan di berbagai unit rumah sakit.
Tim surveyor terdiri atas Dr. drg. Linawati, M.H.Kes., AIFO-K., FISQua., CHAE., CHAEP sebagai ketua tim yang melakukan penilaian aspek manajemen. Sementara aspek asuhan dinilai Hani Handriani, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.Onk.
Penilaian juga mencakup simulasi Code Blue, Code Red, hingga evakuasi. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan rumah sakit dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan serta memastikan keselamatan pasien dan petugas tetap menjadi prioritas.
Direktur RS Melania Bogor, dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes., mengatakan proses akreditasi bukan sekadar penilaian, tetapi menjadi sarana bagi rumah sakit untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Baca Juga: 2 Kandidat Berebut Kursi Ketua Organda Kabupaten Bogor, Usung Visi Berbeda
“Peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan komitmen yang harus terus kita jaga. Akreditasi menjadi momentum untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar Kemenkes dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar dr. Oktavia.
Rangkaian survei sebelumnya dibuka dengan sambutan Direktur PT SPAA Medika selaku pemilik RS Melania Bogor, dr. Petrus Sediawan Armadjaja, Sp.B. Ia menyampaikan dukungan terhadap proses akreditasi serta upaya rumah sakit menjalankan visi dan misi secara berkelanjutan.
Setelah seluruh tahapan selesai, kegiatan ditutup melalui exit conference. Dalam forum tersebut, tim surveyor menyampaikan hasil pengamatan sekaligus sejumlah masukan awal kepada jajaran manajemen RS Melania Bogor.
KARS Soroti Sejumlah Keunggulan RS Melania
Dalam pelaksanaan survei, tim KARS turut memberikan apresiasi terhadap sejumlah aspek yang dimiliki RS Melania Bogor.
Baca Juga: 70 Persen Pelajar Kota Bogor Kurang Gerak, Dinkes Dorong Senam Ringan 2 Kali Sehari
Beberapa di antaranya adalah dukungan pemilik yang dinilai sejalan dengan visi dan misi rumah sakit, keberadaan RS Melania yang telah dikenal masyarakat Bogor, lokasi yang strategis, serta kondisi bangunan yang dinilai mendukung pengembangan rumah sakit ke depan.
Komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien juga menjadi salah satu hal yang dinilai penting untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Bagi manajemen RS Melania Bogor, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan standar pelayanan tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
RS Melania Bogor sebelumnya telah meraih predikat akreditasi paripurna. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi rumah sakit untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar pelayanan yang telah berjalan.
Baca Juga: Update Bansos 26 Agustus 2026: KPM Bogor Terima Sekaligus BPNT Tahap 3 dan Beras 30 Kg
Melalui survei KARS Agustus 2026, RS Melania berharap penerapan standar pelayanan semakin kuat dan dapat terus mengalami perbaikan.
Dr. Oktavia menegaskan, peningkatan mutu tidak berhenti setelah proses survei selesai. Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh civitas hospitalia RS Melania Bogor.
“Kami berharap proses akreditasi ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, serta menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar RS Melania Bogor untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan dukungan pemilik, manajemen, dan seluruh civitas hospitalia, RS Melania Bogor berkomitmen menindaklanjuti hasil serta rekomendasi survei sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan menuju pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga