26 Ribu RTLH Diperbaiki, Program Perumahan Pemkot Bogor Diguyur Penghargaan Kemendagri

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:18 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menerima penghargaan Terbaik Pertama tingkat kota dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah. (Foto: Humas Pemkot Bogor for Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menerima penghargaan Terbaik Pertama tingkat kota dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah. (Foto: Humas Pemkot Bogor for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemkot Bogor meraih penghargaan Terbaik Pertama tingkat kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkot Bogor atas capaian implementasi Program 3 Juta Rumah melalui program bantuan pemerintah.

Penghargaan itu diterima Wali Kota Bogor Dedie Rachim dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II di Bali, Jumat 28 Agustus 2026.

Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai program perbaikan hunian yang dijalankan Pemkot Bogor.

Salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada periode 2019 hingga 2024, Pemkot Bogor mencatat telah memperbaiki sekitar 26.000 rumah melalui program tersebut.

Program RTLH terus dilanjutkan pada 2025 dan 2026. Pemkot Bogor menggunakan data dari wilayah dan Dinas Perumahan dan Permukiman untuk menentukan rumah yang membutuhkan penanganan.

Baca Juga: Kinerja Bank Kota Bogor Diapresiasi, Raih Penghargaan Yearly Excellence Performance di BPR Awards

Selain RTLH, Pemkot Bogor meningkatkan penanganan melalui program bedah rumah.

Skema ini memberikan bantuan hingga Rp100 juta per rumah sehingga perbaikan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Dengan program Bedah Rumah, Insyaallah akan lebih sempurna, baik dari pencahayaannya, kemudian sirkulasi udara, kemudian juga dari kualitas bangunannya,” kata Dedie.

Menurut Dedie, ketepatan sasaran menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

Penerima bantuan berasal dari masyarakat kategori desil 1 hingga 5 dan memiliki alas hak yang jelas.

Pemkot Bogor juga melibatkan pihak swasta melalui alternatif pembiayaan CSR.

Salah satunya melalui CSR Buddha Tzu Chi yang pada 2026 membantu perbaikan 204 unit rumah.

Pada 2025, bantuan sosial RTLH BST dan BSTT telah direalisasikan untuk 2.122 rumah.

Sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh dan 1.856 rumah berada di luar kawasan kumuh.

Sementara pada 2026, program RTLH menyasar 1.138 unit rumah. Rinciannya, 216 unit berada di kawasan kumuh dan 922 unit di luar kawasan kumuh. Selain itu, terdapat enam unit yang ditangani melalui program bedah rumah.

Baca Juga: KKS Baru Berpeluang Dapat Bansos PKH BPNT Beruntun September 2026, Cek Statusnya

Di sektor hunian vertikal, Pemkot Bogor juga telah memiliki dua Rusunawa di Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Kedua rusunawa tersebut dapat menampung sekitar 300 kepala keluarga.

Dedie menyebut keberadaan rusunawa membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian dengan skema sewa.

“Dua Rusunawa ini memang sangat membantu kita dan sangat sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Pemkot Bogor kini juga menyiapkan empat titik lokasi yang diajukan kepada Kementerian PKP untuk pembangunan hunian vertikal.

Usulan tersebut diharapkan dapat menambah pilihan hunian bagi masyarakat.

Dedie menilai penghargaan dari pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Pemkot Bogor untuk melanjutkan dan meningkatkan program perumahan yang sudah berjalan.

“Ini merupakan penyemangat bagi kita Pemkot Bogor dan khususnya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dinas-dinas terkait dan para pimpinan perangkat daerah serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah mendukung langkah Pemkot,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
penghargaan Dedie Rachim pemkot bogor