396 Warga Mantarena Kota Bogor Jalan Bersama, Rayakan Kemerdekaan dalam Keberagaman

Dede Supriadi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:27 WIB
Warga RW 03 Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor, mengikuti Jalan Sehat Mantarena 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu 29 Agustus 2026. 
Warga RW 03 Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor, mengikuti Jalan Sehat Mantarena 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu 29 Agustus 2026. 

RADAR BOGOR - Semangat kebersamaan terasa di lingkungan RW 03 Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026.

Sebanyak 396 warga dari tujuh RT kompak mengikuti Jalan Sehat Mantarena (JSM) 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Togetherness in Diversity”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul sekaligus mempererat hubungan di tengah keberagaman masyarakat Mantarena.

Yang membuat JSM tahun ini berbeda, seluruh warga dapat mengikuti jalan sehat secara gratis.

Panitia tidak memungut biaya maupun tiket, termasuk membagikan kupon doorprize secara cuma-cuma kepada peserta.

Ketua Panitia JSM 2026 Dedih Septian Raj mengatakan, konsep gratis tersebut menjadi salah satu keistimewaan pelaksanaan jalan sehat tahun ini.

Baca Juga: Siap-siap Pencairan Bansos Beruntun September 2026: KPM KKS Baru Bakal Terima Rapel

“Yang menarik dari jalan sehat tahun ini adalah ini pertama kalinya jalan sehat di Mantarena free untuk seluruh lapisan masyarakat. Kita tidak kenakan biaya, tidak ada tiket, semua kupon doorprize kita kasih gratis untuk warga Mantarena,” ujar Dedih.

JSM 2026 memang dikhususkan bagi warga RW 03 Mantarena. Namun, kemeriahannya tidak berhenti pada kegiatan jalan sehat.

Setelah jalan sehat, rangkaian perayaan kemerdekaan akan dilanjutkan dengan berbagai hiburan dan perlombaan.

Di antaranya lomba karaoke, lomba karnaval, hingga malam puncak yang akan diramaikan pertunjukan tari-tarian.

Bagi warga Mantarena, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan.

Lebih dari itu, momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antarwarga.

Pasalnya, Mantarena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan etnis.

Keberagaman tersebut menjadi alasan panitia mengangkat tema “Togetherness in Diversity”.

“Mantarena sendiri terdiri dari seluruh etnis yang ada. Ada Chinese, ada pribumi, ada dari suku Sunda, Jawa, Batak, semua tinggal di Mantarena,” katanya.

Menurut Dedih, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang perlu dirawat.

Baca Juga: Gado-Gado Bu Tuti Suryakencana Bogor, Kuliner Legendaris Sejak 1983 dengan Bumbu Kacang Sangrai

Melalui kegiatan bersama seperti JSM, warga diharapkan memiliki ruang untuk kembali berkumpul dan memperkuat persatuan.

“Harapannya semoga hajat ini bisa menjadi jembatan untuk masyarakat ini kembali bersatu,” ungkapnya.

Ia berharap JSM dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan konsep yang semakin meriah.

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan tersebut ke depan juga akan diperluas dengan melibatkan masyarakat di luar RW 03 Mantarena.

“Di tahun depannya harapannya pasti lebih pecah, lebih wow dari hari ini. Sejauh ini kita belum bisa berpuas diri. Mudah-mudahan tahun depan acara bisa lebih ramai, bisa lebih besar,” tuturnya.

“Mudah-mudahan bisa mencakup seluruh lapisan di luar RW 03 Mantarena,” pungkasnya. (ded)

Editor : Yosep Awaludin
mantarena kota bogor jalan sehat