Pemkot Bogor Dorong Deteksi Dini Penyakit Kanker, Perkuat Kepedulian kepada Penyintas

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:21 WIB
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor bersama pihak terkait menggelar Gala Dinner and Charity Concert: Light of Hope - An Evening of Courage and Compassion di Puri Begawan. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor bersama pihak terkait menggelar Gala Dinner and Charity Concert: Light of Hope - An Evening of Courage and Compassion di Puri Begawan. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor memberikan dukungan terhadap kegiatan yang digagas Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor melalui Gala Dinner and Charity Concert bertajuk Light of Hope – An Evening of Courage and Compassion

Acara tersebut berlangsung di Puri Begawan pada Jumat, 28 Agustus 2026 dan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian serta dukungan kepada para penyintas kanker.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan apresiasi terhadap YKI Kota Bogor yang terus membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, penanganan kanker membutuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong, tidak hanya dalam bentuk dukungan moral, tetapi juga melalui berbagai upaya nyata yang dapat memberikan harapan kepada masyarakat yang tengah menghadapi kanker.

Jenal menilai upaya pencegahan dan deteksi dini kanker membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kampanye kesehatan secara bersama-sama serta kolaborasi antara pemerintah, organisasi, komunitas, dan unsur masyarakat lainnya dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko penyakit tersebut.

Baca Juga: Bukan Error! Saldo Bansos PKH BPBNT di KKS Bisa Tembus Rp4,2 Juta karena Kondisi Ini

Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker. Faktor tersebut meliputi kondisi genetik atau keturunan, lingkungan, paparan virus, serta pola hidup yang dijalani sehari-hari.

Sebagai salah satu bentuk pencegahan, Pemkot Bogor sejak 2025 turut menjalankan program nasional Cek Kesehatan Gratis. Program tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

"Melalui cek kesehatan gratis yang terus kita gaungkan, bagi organisasi mana pun yang mau mengadakan acara Cek Kesehatan Gratis, komunitas apa pun, kami Pemkot siap hadir dan jemput bola," ujar Jenal Mutaqin dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.

Jenal mengatakan Pemkot Bogor terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi maupun komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Pemerintah kota siap memberikan dukungan dan mendatangi lokasi kegiatan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, tema Light of Hope – An Evening of Courage and Compassion memiliki pesan kemanusiaan yang kuat. Kegiatan tersebut menggambarkan perjuangan seseorang untuk tetap memiliki keberanian menghadapi ketakutan, berusaha memperoleh kesembuhan, dan menjalani kehidupan sebaik mungkin meskipun berada dalam situasi sulit akibat kanker.

Pada kesempatan tersebut, Jenal juga menyampaikan penghargaan kepada YKI Kota Bogor yang dipimpin Yantie Rachim.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor siap memperkuat sinergi dengan YKI serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan kampanye kesehatan, mendorong deteksi dini, dan meningkatkan upaya pencegahan maupun penanganan kanker.

Pemkot Bogor, lanjutnya, akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Penguatan kesadaran publik dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan kanker secara bersama-sama.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim melalui sambutan yang disampaikan dalam bentuk video menyampaikan bahwa tema Light of Hope mengandung pesan bahwa sekecil apa pun harapan dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang menghadapi masa sulit.

Menurut Dedie, harapan tersebut dapat hadir melalui kepedulian, empati, kebersamaan, serta tindakan nyata dari orang-orang di sekitar pasien. Ia menilai kanker masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kota Bogor.

Di balik persoalan tersebut, terdapat berbagai kisah perjuangan pasien dan keluarganya. Ada orang tua yang tetap berusaha tegar demi anak-anaknya, pencari nafkah yang terus bekerja sambil menjalani proses pengobatan, hingga anak-anak yang harus menjalani masa pertumbuhan dan pendidikan di tengah perawatan medis.

Dedie menilai beban yang dihadapi pasien kanker tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan. Mereka dan keluarganya juga dapat menghadapi tekanan psikologis, persoalan ekonomi, stigma dari lingkungan sosial, serta tantangan dalam memperoleh akses pengobatan selama proses pemulihan.

Oleh karena itu, upaya melawan kanker menurut Dedie tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pasien, keluarga, atau tenaga medis. Penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas melalui kepedulian, dukungan, dan kerja sama yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bogor berharap semangat kepedulian terhadap penyintas kanker semakin tumbuh. Kolaborasi antara pemerintah, YKI, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan bagi mereka yang menghadapi kanker.

Editor : Eka Rahmawati
cek kesehatan gratis bogor kanker pemkot