Sebulan Penuh Digelar, Festival Merah Putih Dorong Ekonomi Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:52 WIB
Penutupan Festival Merah Putih Bogor. Foto: Aziz/Radar Bogor
Penutupan Festival Merah Putih Bogor. Foto: Aziz/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi berakhir setelah digelar selama satu bulan penuh di Kota Bogor. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang Agustus tersebut dinilai turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Penutupan Festival Merah Putih 2026 digelar di Shelter Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor, Minggu, 30 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, sebanyak 18 kegiatan disuguhkan untuk masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Festival Merah Putih Bogor 2026 Syahril M Said mengungkapkan, penyelenggaraan festival tersebut membutuhkan persiapan dan energi yang besar. Persiapan dilakukan hampir tiga bulan sebelum seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama Agustus.

Baca Juga: Desil 1-4 Dapat Bansos Apa September 2026? Ada PKH, BPNT, hingga Bantuan Beras 30 Kg

“Acara ini sangat membutuhkan energi yang luar biasa, karena acara ini kami siapkan hampir tiga bulan dan selama satu bulan kami melaksanakannya,” ujar Syahril kepada awak media.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang ikut menyukseskan seluruh rangkaian FMP. Menurutnya, para relawan bekerja tanpa mendapatkan bayaran dan murni didorong semangat untuk berkontribusi bagi Kota Bogor dan Indonesia.

“Mereka datang dengan semangat yang membara, bagaimana memajukan Kota Bogor dan memajukan Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: CFD Cibinong Jadi Panggung Aksi Peduli, Warga Bogor Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Syahril memastikan FMP akan kembali digelar tahun depan. Ia berharap dukungan dan masukan dari Pemerintah Kota Bogor serta masyarakat dapat membuat penyelenggaraan berikutnya semakin menarik dan meriah.

“Kami berharap dukungan, saran, maupun masukan dari Pak Wali Kota dan seluruh masyarakat Kota Bogor untuk kita tingkatkan acara FMP ini,” ungkapnya.

Okupansi Hotel dan Restoran Ikut Terdongkrak

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FMP 2026. Ia menyebut rangkaian kegiatan yang digelar selama Agustus memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di Kota Bogor.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Jenderal Soedirman Hidup di Panggung, Teatrikal Meriahkan Penutupan FMP Bogor

Menurut Dedie, salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya tingkat okupansi hotel serta pendapatan restoran dan kafe selama bulan tersebut.

“Kalau dilihat sepintas di bulan Agustus, memang ada peningkatan okupansi dari hotel, kemudian peningkatan pendapatan dari restoran, dari kafe,” kata Dedie.

Ia menilai semakin banyak kegiatan berskala besar yang digelar di Kota Bogor, semakin besar pula potensi pergerakan ekonomi yang tercipta. Kehadiran event juga dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui aktivitas wisata dan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Unduh Aplikasi Cek Bansos, Pastikan Status Desil dan Jenis Bantuan yang Didapatkan

Tak hanya warga Bogor, rangkaian FMP juga menarik kedatangan pengunjung dari berbagai daerah. Dedie menyebut sejumlah peserta dan penonton datang dari Bandung, Jakarta, Cianjur, Sukabumi hingga luar Pulau Jawa.

“Dari hasil wawancara, ada yang datang dari Bandung, dari Jakarta, dari Cianjur, dari Sukabumi, bahkan ada dari Sumatra, dari Kalimantan,” terangnya.

Dorong Lebih Banyak Anak Muda Terlibat

Dedie juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam penyelenggaraan FMP. Ia berharap jumlah anak muda yang terlibat dapat ditingkatkan pada pelaksanaan tahun berikutnya.

Baca Juga: Ramai Dugaan Kasus Korupsi di Pemkab Bogor, Jenal Mutaqin Ingatkan ASN Kota Bogor: Jaga Integritas!

Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting agar semangat kebangsaan dapat terus diwariskan dan diteruskan oleh generasi selanjutnya.

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari para pendahulu kita, dan apa yang kita kerjakan hari ini insyaallah akan dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan FMP juga disampaikan Komandan Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja (Danlanud ATS), Marsekal Pertama TNI A. F. Picaulima.

Baca Juga: Sudah Akhir Bulan TPG Agustus 2026 Belum Cair? Cek Jadwal Penyaluran Guru ASN dan Non-ASN

Ia menilai seluruh panitia telah bekerja keras menghadirkan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkuat rasa cinta tanah air di tengah masyarakat Kota Bogor.

“Saya melihat kegiatannya secara berkesinambungan saling melengkapi dengan kegiatan-kegiatan FMP terdahulu, semakin menyempurnakan,” ucapnya.

Picaulima berharap Festival Merah Putih dapat terus diselenggarakan dan berkembang dari tahun ke tahun. Ia juga memastikan TNI AU terbuka untuk kembali berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas dan skala kegiatan tersebut.

Baca Juga: Pria 55 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Kali Baru Sukaraja Bogor

“Saya terus terang banyak harapan ke FMP agar ke depannya kita dapat berkolaborasi lagi untuk dapat meningkatkan level dari kegiatan FMP kita supaya semakin lebih tinggi lagi ke depannya,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor festival merah putih ekonomi