RADAR BOGOR – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University mengajak para lanjut usia (lansia) tetap aktif berkarya melalui Program Menyala Pantiku.
Program tersebut berlangsung di Panti Werdha Kamilus, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Para lansia mendapat ruang untuk berbagi cerita, mengekspresikan pengalaman, serta melakukan refleksi melalui berbagai kegiatan.
Puncak program ditandai dengan Closing, yaitu Gelar Menyala Pantiku sekaligus peluncuran buku antologi, “Menyala Lansiaku”, Senin, 24 Agustus 2026.
Tim PKM-PM tersebut terdiri dari Fiezha Hasby Ari Widana, Fatma Dwi Hasanah, Dewi Ayu Lestari, Radit Anggara, dan Nasrullah Ibrahim.
Perwakilan tim, Fatma Dwi Hasanah, mengatakan program tersebut menempatkan lansia sebagai subjek aktif. Mereka mendapat ruang untuk menceritakan pengalaman hidup yang memiliki nilai bagi generasi berikutnya.
“Program Menyala Pantiku dirancang sebagai ruang apresiasi dan penguatan peran sosial bagi lansia. Para lansia tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi menjadi subjek aktif yang memiliki cerita dan pengalaman untuk dibagikan,” kata Fatma.
Ia menjelaskan, buku antologi: “Menyala Lansiaku” menghimpun cerita dan pengalaman para lansia. Isinya memuat nilai kehidupan, kasih sayang, perjuangan, hingga kebijaksanaan yang mereka dapatkan selama menjalani kehidupan.
Menurutnya, penerbitan buku tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan. Cerita para lansia dihadirkan sebagai media pembelajaran yang dapat dibaca dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.
“Melalui karya tersebut, para lansia menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak menghilangkan kesempatan untuk berkarya dan memberikan kontribusi,” ujarnya.
Program Menyala Pantiku juga mendorong terjadinya interaksi antargenerasi. Pengalaman para lansia menjadi ruang untuk mengenalkan nilai kejujuran, semagat belajar, kebersamaan, kesehatan, cinta keluarga, dan kebijaksanaan hidup kepada generasi muda.
Kegiatan closing diikuti seluruh tim PKM-PM Menyala Pantiku, 10 lansia PWK, serta tujuh perwakilan mahasiswa IPB.
Fatma menyebut program tersebut sekaligus memperluas pemaknaan nilai kehidupan kepada lintas generasi.
Melalui buku Antologi, “Menyala Lansiaku”, tim PKM-PM IPB berharap semakin banyak ruang bagi lansia untuk tetap aktif dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Setiap orang memiliki cerita berharga. Melalui buku, cerita itu dapat terus hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang,” tandasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati