RADAR BOGOR- Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta agar jumlah sebaran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG di wilayahnya bisa merata.
Permintaan itu disampaikan saat dirinya menerima audiensi dari Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Selasa, 1 September 2026.
Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu yakni soal surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang berisi tentang stadar operasional.
Selain itu Dedie juga turut melaporkan tentang jumlah dapur MBG yang telah beroperasi di wilayahnya. Saat ini penerima manfaat sudah mencapai 335.000 orang.
Data tersebut meliputi beberapa kategori penerima manfaat MBG mulai dari anak-anak, kemudian lansia, dan terakhir ibu hamil.
Baca Juga: Bukan Tahun Ini, Penataan PKL Dewi Sartika Kota Bogor Dimulai 2027
Namun Dedie menyebut rasio penerima manfaatnya belum merata, sehingga perlu disesuaikan keberadaan dapur MBG atau SPPG-nya.
"Untuk titik ini kan langsung dari BGN, kita daerah sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik yang secara sebaran rasio dan jumlahnya mungkin tidak seimbang," jelasnya.
Selain itu, Dedie Rachim juga menekankan agar pihak SPPG menjaga kualitas makanan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.
Di samping itu, keberadaan SPPG diharapkan juga membantu meningkatkan perekonomian warga dengan memberdayakan masyarakat yang berada pada desil satu hingga lima.
Ketua APPMBGI Kota Bogor, Teguh Rachman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan koordinasi terkait keberadaan dapur MBG yang ada di Kota Bogor.
"Jadi kami sebagai asosiasi diharapkan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk bisa mengakomodir itu, sehingga dapur-dapur yang ada di Kota Bogor bisa memenuhi standar sesuai dengan yang diinginkan oleh BGN," ujarnya.
Beberapa hal yang dibahas yakni adanya titik-titik SPPG yang sudah ditentukan oleh BGN sejak lama, namun saat ini sedang dimoratorium.
Saat ini, dari 228 titik di Kota Bogor sudah ada 143 SPPG, sehingga untuk bisa menyasar penerima manfaat, pihaknya menyampaikan agar dilakukan akselerasi terhadap dapur-dapur yang layak dan sudah memiliki izin.
Namun, saat ini jumlah pengajuan untuk dapur cukup banyak, sehingga diperlukan pemetaan lebih lanjut agar tidak terjadi kelebihan dapur.
Ia menyebut kendalanya saat ini dari sekitar 335.000 penerima manfaat, bila total dapur di Kota Bogor 228, maka setiap dapur melayani sekitar 1.500-an penerima manfaat.
"Sehingga jumlah dapur di Kota Bogor ini cukup banyak ya, itu yang menjadi concern pertama dari Pak Wali, jadi jumlah dapur yang cukup banyak yang ada di Kota Bogor dengan perbandingan jumlah penerima manfaat, sehingga itu yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut," ungkap Teguh.
Mengenai kebermanfaatan MBG, Teguh mengatakan pihaknya terus mengingatkan SPPG agar selalu sesuai standar pelayanan atau SOP, karena manfaat ini untuk anak-anak Indonesia di masa depan.
Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa dapur-dapur di Kota Bogor telah memprioritaskan warga sekitar maupun warga Kota Bogor yang berada pada desil satu hingga tiga.
"MBG ini membuka lapangan pekerjaan, sekitar 7.000 orang yang sudah dipekerjakan karena adanya dapur MBG di Kota Bogor, dan termasuk salah satunya antara desil satu dan desil tiga," jelasnya.
Sebab menurut Teguh, hal itu berguna sehingga dan terdapat peningkatan kesejahteraan.
"Karena kita juga membuka lapangan kerja buat teman-teman pegawai SPPG, dan juga itu bisa berguna buat keluarganya yang bekerja, sehingga berdampak lumayan untuk ekonomi teman-teman di Kota Bogor," pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati